Pemerintah Buka Suara Soal Harga Beras SPHP di Tengah Fluktuasi Kurs Dolar AS

6 hours ago 1

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:01 WIB

Jakarta, VIVA – Badan Pangan Nasional alias Bapanas memastikan, harga beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan alias beras SPHP tidak naik, meski kurs dolar AS mengalami fluktuasi.

Direktur SPHP Bapanas, Maino Dwi Hartono mengatakan, langkah ini dilakukan pihaknya guna menjaga keterjangkauan pangan, dan stabilitas pasokan bagi masyarakat sacara nasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Implikasi menguatnya kurs dolar, pemerintah memastikan tidak berimbas pada harga beras program SPHP," kata Maino di Jakarta, Kamis, 28 Mei 2026.

Pemkab Merangin gelar operasi pasar menyediakan beras dengan harga lebih murah (ilustrasi beras SPHP)

Photo :

  • Antara/HO-Pemkab Merangin

Kebijakan itu ditegaskannya sebagai bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat, setelah sebelumnya hal serupa juga dilakukan dengan tidak menaikkan harga BBM bersubsidi.

"Sehingga masyarakat dapat bersikap tenang," ujarnya.

Pemerintah juga memastikan, kualitas beras program SPHP akan terus dijaga oleh Perum Bulog, sehingga masyarakat dapat memperoleh beras dengan mutu yang baik dan harga tetap terjangkau.

"Jadi memang dengan nilai kurs dolar yang berubah dapat berpengaruh ke berbagai hal, termasuk sektor pangan. Tapi kaitan dengan beras SPHP, ini karena program pemerintah, sampai hari ini dipastikan tidak ada perubahan, termasuk harga penjualannya," kata Maino.

Bapanas telah menetapkan harga beras SPHP di tingkat konsumen antara lain bagi wilayah Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi di Rp 12.500 per kilogram (kg).

Kemudian untuk wilayah Sumatera (kecuali Lampung dan Sumatera Selatan), Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan, ditetapkan Rp 13.100 per kg. Sementara bagi wilayah Maluku dan Papua, harga harga beras SPHP maksimal di Rp 13.500 per kg.

Untuk anggaran pelaksanaan program beras SPHP tahun 2026 telah ada di Bapanas sebesar Rp4,97 triliun. Dana itu setara dengan subsidi penjualan sekitar 828 ribu ton beras bagi masyarakat.

"Ini untuk menjaga kontinuitas pelaksanaan SPHP beras yang pada Januari dan Februari 2026 telah terlaksana sebagai perpanjangan SPHP beras tahun 2025," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelumnya, Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan Indonesia telah mencapai swasembada beras serta memberi sinyal peringatan kepada mafia pangan yang masih memainkan harga dan menciptakan anomali di pasaran.

Adapun stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Perul Bulog saat ini mencapai 5,3 juta ton tertinggi sepanjang sejarah, yang menjadi instrumen penting menjaga stabilitas harga beras, salah satunya melalui program SPHP. (Ant).

Steam Deck

Harga Steam Deck Tak Lagi Ramah Kantong

Harga Steam Deck naik drastis hingga hampir 50 persen. Model OLED 1TB kini dibanderol USD 949 akibat kenaikan biaya komponen dan krisis pasokan memori global.

img_title

VIVA.co.id

28 Mei 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |