Pemikiran Buya Syafii Maarif Dinilai Tetap Relevan untuk Memperkuat Persatuan Bangsa

3 hours ago 1

Senin, 1 Juni 2026 - 22:02 WIB

Jakarta, VIVA – MAARIF Institute mengingatkan pentingnya merawat nilai-nilai kebangsaan, kemanusiaan, dan keadaban di tengah tantangan yang dihadapi Indonesia sebagai bangsa majemuk saat ini.

Upaya tersebut dilakukan melalui peringatan hari lahir sekaligus empat tahun wafatnya tokoh bangsa Ahmad Syafii Maarif atau Buya Syafii Maarif.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sepanjang Mei hingga Juni 2026, MAARIF Institute menggelar rangkaian Bulan Buya di sejumlah daerah sebagai bagian dari upaya menjaga dan mengembangkan pemikiran serta warisan intelektual Buya Syafii Maarif.

Direktur Eksekutif MAARIF Institute, Andar Nubowo, menilai peringatan tersebut menjadi momentum penting untuk menghadirkan kembali gagasan-gagasan Buya Syafii di tengah dinamika kehidupan kebangsaan yang terus berkembang.

“Satu momen reflektif yang menyentuh sisi emosional dan intelektual hadirin sebelum memasuki pertunjukan utama adalah sesi membaca ulang Kuliah Umum Buya Syafii Maarif,” ujarnya, dikutip Senin, 1 Juni 2026.

Menurut Andar, pemikiran Buya Syafii tetap relevan untuk dijadikan rujukan dalam memperkuat persatuan bangsa sekaligus menjaga kehidupan masyarakat yang beragam.

Salah satu bentuk refleksi yang dilakukan yakni pembacaan kembali kuliah umum Buya Syafii Maarif yang pernah disampaikan di Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang pada 16 Maret 2015. Gagasan tersebut kembali disuarakan agar dapat dipahami dan direnungkan oleh generasi masa kini.

Sementara itu, Manajer Pelaksana Bulan Buya, Akbar Nicholas, mengatakan pemilihan Sumatera Barat sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan rangkaian kegiatan memiliki makna tersendiri. Selain menjadi tanah kelahiran Buya Syafii, wilayah tersebut juga dinilai memiliki akar kuat dalam tradisi intelektual dan kebudayaan bangsa.

“Dipilihnya Ranah Minang sebagai simpul kedua dari rangkaian tiga kota ini membawa pesan mendalam. Agenda pentas budaya yang digelar secara gratis dan terbuka untuk umum ini bukan sekadar sebuah tontonan semata, melainkan sebuah undangan terbuka untuk merenung bersama di tengah riuh dan dinamisnya tantangan zaman,” kata Akbar Nicholas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menambahkan, keteladanan moral dan nilai-nilai yang diwariskan Buya Syafii perlu terus dihidupkan sebagai bagian dari upaya menjaga keutuhan bangsa.

Melalui berbagai medium kebudayaan, MAARIF Institute berupaya menghadirkan kembali pemikiran Buya Syafii Maarif kepada publik, khususnya generasi muda. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kesadaran mengenai pentingnya toleransi, kemanusiaan, dan keadaban dalam kehidupan berbangsa.

Halaman Selanjutnya

Pada kesempatan yang sama, Direktur Artistik Edy Utama menjelaskan pendekatan seni dan multimedia dipilih agar gagasan-gagasan Buya Syafii dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |