Pentingnya Literasi Digital Bagi Gen Z untuk Hindari Gaya Hidup Konsumtif

3 weeks ago 15

Jumat, 22 Mei 2026 - 17:53 WIB

Jakarta, VIVA – Perkembangan teknologi digital telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat, termasuk cara generasi muda mengelola keuangan dan menjalani gaya hidup sehari-hari. Kemudahan transaksi digital, layanan pembayaran instan, hingga berbagai aplikasi belanja daring kini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan Generasi Z. 

Di balik berbagai kemudahan tersebut, muncul tantangan baru berupa meningkatnya risiko perilaku konsumtif akibat penggunaan teknologi yang tidak disertai pemahaman finansial yang baik. Scroll lebih lanjut yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Literasi digital menjadi salah satu kemampuan penting yang perlu dimiliki generasi muda agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dan produktif. Tidak hanya sekadar memahami penggunaan perangkat digital, literasi digital juga mencakup kemampuan memilah informasi, memahami risiko transaksi daring, hingga mengambil keputusan finansial secara tepat.

Kemampuan ini semakin relevan di tengah maraknya promosi gaya hidup instan yang kerap memengaruhi pola konsumsi anak muda. Tanpa kontrol dan pengetahuan yang memadai, kemudahan akses terhadap layanan keuangan digital justru dapat memicu kebiasaan belanja berlebihan, penggunaan pinjaman secara tidak bijak, hingga pengeluaran yang tidak sesuai kebutuhan.

Literasi Digital Membantu Gen Z Lebih Bijak Finansial

Peningkatan literasi digital dinilai dapat membantu generasi muda memahami perbedaan antara kebutuhan produktif dan keinginan konsumtif. Dengan pemahaman yang baik, mahasiswa maupun kalangan muda dapat memanfaatkan teknologi finansial untuk menunjang aktivitas yang lebih bermanfaat, seperti mengatur pengeluaran, menabung, hingga membangun usaha sejak dini.

Di era serba digital, teknologi finansial atau fintech memang menawarkan berbagai kemudahan yang mendukung aktivitas sehari-hari. Namun, penggunaan layanan digital tetap memerlukan kehati-hatian agar tidak terjebak pada pola hidup konsumtif yang justru merugikan kondisi finansial di masa depan.

Teknologi Finansial Perlu Dimanfaatkan Secara Produktif

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pemanfaatan teknologi keuangan seharusnya tidak hanya dipandang sebagai sarana transaksi praktis, tetapi juga sebagai alat untuk meningkatkan produktivitas dan kemandirian finansial. Generasi muda didorong untuk lebih selektif dalam menggunakan layanan digital serta memastikan platform yang digunakan memiliki legalitas dan pengawasan resmi.

“Di masa perkuliahan, teknologi finansial harus dilihat sebagai alat pemberdayaan untuk mendukung kemandirian, mulai dari pengelolaan keuangan harian hingga akses modal untuk mulai berwirausaha. Namun, sebagai pengguna yang cerdas, mahasiswa wajib mengedepankan prinsip kehati-hatian dengan memastikan setiap layanan digital yang digunakan telah berizin dan diawasi oleh OJK,” ujar Muhammad Wildan Fadhillah, selaku Compliance Assistant Manager Indodana Fintech, dalam keterangannya.

Halaman Selanjutnya

Kesadaran akan pentingnya edukasi finansial digital juga mulai didorong oleh berbagai pihak. Salah satunya dilakukan oleh Indodana Fintech (PT Artha Dana Teknologi) yang mempertegas komitmennya dalam mendukung peningkatan inklusi dan literasi keuangan nasional melalui program edukasi berkelanjutan bertajuk "Pindar Mengajar: Cerdas Mengelola, Bijak Bertransaksi" di Fakultas Ekonomi & Bisnis (FEB) UPN Veteran Yogyakarta. 

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |