Perang Iran-AS Bakal Berdampak ke Ekonomi RI, Purbaya Ungkap Jalur Rambatannya

2 days ago 3

Rabu, 11 Maret 2026 - 14:59 WIB

Jakarta, VIVA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, membeberkan sejumlah jalur rambatan dari dampak perang antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel, yang bisa turut menekan perekonomian nasional.

Karenanya, Dia pun memastikan bahwa pemerintah akan terus mewaspadai perkembangan dari jalur-jalur perambatan tersebut, supaya dampaknya bisa segera diantisipasi bagi perekonomian lokal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jadi dampaknya bagi Indonesia itu harus kita waspadai, karena bisa ditransmisikan melalui beberapa jalur rambatan," kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KITA Edisi Maret 2026, Rabu, 11 Maret 2026.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

Photo :

  • [Mohammad Yudha Prasetya]

Jalur rambatan pertama menurut Purbaya bisa berasal dari sektor perdagangan. Hal itu khususnya usai penutupan Selat Hormuz, yang dipastikan bakal berdampak signifikan bagi harga-harga komoditas energi secara global.

"Dan hal itu akan meningkatkan beban impor migas dengan adanya kenaikan harga minyak, sehingga turut menekan surplus neraca perdagangan dan neraca pembayaran," ujar Purbaya.

Jalur rambatan kedua menurut Purbaya bisa menyasar pasar keuangan, yang akan menambah aspek ketidakpastian. Sehingga, hal itupun membuat para investor bakal cenderung mengambil langkah pengurangan risiko alias risk off.

Dengan demikian, secara otomatis bisa dipastikan bahwa akan terjadi capital outflow atau aliran modal keluar yang cukup besar di pasar keuangan, khususnya dari negara-negara berkembang.

"Karena meningkatnya ketidakpastian global itu akan dapat memicu capital outflow, memberikan tekanan bagi pasar saham, obligasi, dan nilai tukar rupiah, serta dapat meningkatkan cost of fund," kata Purbaya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara yang ketiga, dari sisi fiskal sendiri, Purbaya memprediksi bahwa jalur perambatannya juga akan menyasar APBN Indonesia, sehingga perannya sebagai peredam gejolak (shock absorber) juga akan mengalami tekanan.

"APBN berperan sebagai shock absorber, yang akan menghadapi potensi kenaikan subsidi energi serta beban bunga utang di tengah peluang windfall profit dari komoditas seperti misalnya batu bara, CPO, dan nikel," ujarnya.

Pemimpin Baru Iran Mojtaba Khamenei

Iran Tegaskan Tak Akan Redakan Perang di Bawah Pimpinan Baru Mojtaba Khamenei

Iran menegaskan tidak akan menurunkan tensi konflik setelah Mojtaba Khamenei ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi baru setelah menenangkan pemungutan suara.

img_title

VIVA.co.id

11 Maret 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |