Perang Timur Tengah Jadi Pemicu Drone Penghancur Canggih Bermunculan

9 hours ago 4

loading...

Drone Penghancur Canggih Bermunculan. Foto/ Daily

TEHERAN - Kita telah menyaksikan evolusi teknologi permainan yang bermula dari figurin plastik sederhana hingga gawai bertenaga baterai, dan akhirnya berkembang menjadi perangkat kendali jarak jauh yang semakin canggih.

Mobil kendali jarak jauh pertama kali diperkenalkan ke pasar beberapa tahun setelah penemuannya pada tahun 1966, disusul oleh kemunculan pesawat mainan kendali jarak jauh—yang sebelumnya hanya terlihat dalam film dan dokumenter Barat—sekitar tahun 1976.

Setelah beberapa dekade, siapa sangka teknologi kendali jarak jauh yang awalnya digunakan untuk tujuan komersial dan sipil dalam membantu berbagai industri dapat berkembang menjadi salah satu aset militer paling berbahaya dalam peperangan modern.

Pengembangan sistem nirawak bermula dari penggunaan awal balon berisi bahan bakar oleh tentara Austria pada tahun 1849, sebelum mengalami berbagai transformasi hingga munculnya pesawat nirawak (drone) bersenjata pasca-tragedi 11 September (9/11).

Perubahan ini telah mengubah pesawat nirawak (UAV) dari sekadar teknologi eksperimental menjadi aset strategis yang memainkan peran penting dalam operasi militer.

Drone telah melalui berbagai tahap pengembangan dan pernah berfungsi sebagai bom kendali radio selama Perang Dunia Pertama serta sebagai platform pengintaian selama Perang Vietnam (1955–1975).

Setelah tahun 2001, drone menjadi komponen penting dalam operasi militer AS, khususnya di Afghanistan, Pakistan, Yaman, dan Somalia.

Drone digunakan secara luas untuk pengintaian berkelanjutan dan melancarkan serangan yang lebih presisi terhadap al-Qaeda, Daesh, serta kelompok militan lain yang dianggap sebagai ancaman bagi Washington, sekaligus menjadi bagian dari strategi keamanan yang lebih luas dan operasi kontra-terorisme.

Medan perang abad ke-21 tidak lagi hanya mengandalkan tank, jet tempur, atau infanteri.

Sebaliknya, peperangan kini semakin dipengaruhi oleh algoritma, sensor, jaringan satelit, dan UAV yang mampu beroperasi dengan lebih akurat, cepat, dan efisien.

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |