Jakarta, VIVA – Bank Indonesia (BI) tetap berkomitmen tegas dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, di tengah penguatan dolar AS serta peningkatan tekanan di pasar keuangan global.
Direktur Departemen Pendalaman Pasar Keuangan BI, Ruth A. Cussoy Intima mengatakan, di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap pelemahan rupiah, pihaknya memastikan bahwa likuiditas valas khususnya dolar AS juga tetap tersedia dan terjaga.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Jadi ini adalah bagian dari langkah strategis BI, untuk mengantisipasi meningkatnya permintaan dolar yang berpotensi memicu panic buying di masyarakat," kata Ruth dalam Media Briefing Bank Indonesia di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat, 22 Mei 2026.
Gedung Bank Indonesia.
Photo :
- REUTERS/Fatima El-Kareem
Menurutnya, kondisi pasar saat ini masih berada dalam mekanisme demand and supply yang normal. Karenanya, Ruth mndorong agar masyarakat tidak perlu melakukan pembelian dolar secara berlebihan alias panic buying.
Dia juga menekankan pentingnya menjaga ketenangan masyarakat, agar tidak terbawa sentimen negatif yang dapat memperburuk kondisi pasar. Terlebih, BI memastikan bahwa kebutuhan dolar tetap dapat dipenuhi, baik melalui perbankan maupun money changer resmi.
Karenanya, Ruth mengingatkan masyarakat untuk tidak perlu terburu-buru membeli dolar apabila belum memiliki kebutuhan mendesak. Langkah sederhana seperti menunda pembelian valas semacam ini, dinilai mampu membantu meredam lonjakan permintaan dolar AS dan menjaga keseimbangan pasar.
"Sehingga, kalau misalnya masyarakat memang belum membutuhkan dolar saat ini, maka pembeliannya bisa dilakukan nanti. Supaya ekspektasi pasar bisa lebih terkendali, dan tekanan permintaan dolar juga tidak meningkat secara berlebihan," ujar Ruth.
Tak hanya itu, lanjut Ruth, BI juga dipastikan akan tetap berada di berbagai lini pasar, termasuk untuk memenuhi kebutuhan dolar bagi sektor yang membutuhkan likuiditas valas.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Hal itu seiring upaya menjaga stabilitas rupiah, sebagai faktor penting untuk menjaga kepercayaan pasar dan aktivitas ekonomi nasional. Karenanya, Ruth mengajak masyarakat dan pelaku usaha tidak panic buying dolar AS guna menjaga stabilitas rupiah dan ekonomi nasional.
"Sehingga, BI juga dipastikan akan selalu berada di pasar. Dan mengenai likuiditas valas, strategi BI siap untuk di pasar mana saja termasuk bagi yang membutuhkan," ujarnya.
Halaman Selanjutnya
Berikut adalah tujuh langkah strategis BI dalam menjaga stabilitas rupiah, pasar keuangan, serta likuiditas valas:

3 weeks ago
18














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6284541/original/079194300_1779159392-unnamed__42_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575090/original/094355400_1778037587-cropped-6b94bc59-8fb4-4b76-874b-71a6a7262057.jpg)