Persiapan Jasa Raharja Hadapi Operasi Ketupat: Sebar Ribuan Personel dan Dirikan Pos Pelayanan

2 hours ago 1

Rabu, 11 Maret 2026 - 21:37 WIB

Jakarta, VIVA – PT Jasa Raharja menggelar forum diskusi bertajuk 'Ngobrol Santai Bersama Pakar Transportasi' yang mempertemukan para pakar transportasi, akademisi, serta pemangku kepentingan untuk membahas kesiapan menghadapi arus mudik dan balik Lebaran 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Jasa Raharja, Jakarta, pada Rabu 11 Maret ini menjadi ruang dialog untuk menghimpun berbagai pandangan strategis terkait keselamatan transportasi dan pengelolaan mobilitas masyarakat selama periode Lebaran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hadir dalam diskusi tersebut sejumlah pakar transportasi, di antaranya Ki Darmaningtyas, bersama para akademisi dan perwakilan komunitas transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI).

Forum ini juga dihadiri oleh Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, serta Kakorlantas Polri, Irjen Agus Suryonugroho.

Direktur Utama Jasa Raharja menyampaikan bahwa diskusi bersama para pakar transportasi menjadi momentum penting untuk memperkuat kesiapan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat saat mudik Lebaran.

“Dalam pertemuan sore ini kami menerima banyak masukan dari para pakar transportasi. Banyak hal yang saling bersambut, termasuk penjelasan dari Bapak Kakorlantas mengenai kesiapan Operasi Ketupat Lebaran. Bagi kami di Jasa Raharja, momen ini sangat penting karena menyangkut keselamatan jutaan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik,” ujar Awaluddin.

Ia menjelaskan, Jasa Raharja telah menyiapkan berbagai langkah operasional dalam program Siaga Lebaran 2026. Di antaranya melalui mobilisasi sekitar 2.000 personel di 29 kantor wilayah, 63 cabang, dan 38 kantor pelayanan di seluruh Indonesia, serta penguatan 29 Tim Jasa Raharja Reaksi Cepat yang terdiri dari lima tim terpusat dan 24 tim yang tersebar di berbagai daerah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, Jasa Raharja juga berkontribusi dalam 25 Pos Pelayanan Terpadu di sejumlah wilayah strategis jalur mudik, serta memberikan dukungan operasional melalui 15 hibah tenda taktis untuk mendukung pelayanan selama Operasi Ketupat.

“Kami juga memperkuat sistem monitoring digital melalui integrasi data kecelakaan secara online dengan rumah sakit, serta menjalankan kegiatan edukasi dan imbauan keselamatan di sekitar 1.700 titik lokasi. Semua ini dilakukan melalui koordinasi aktif bersama stakeholder, termasuk dalam Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,” kata Awaluddin.

Halaman Selanjutnya

Ia menegaskan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam seluruh rangkaian kesiapan mudik. “Harapan kami sederhana, masyarakat berangkat mudik dengan selamat dan kembali juga dengan selamat. Karena itu, keselamatan bertransportasi harus menjadi prioritas bersama seluruh pihak,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |