Jakarta, VIVA – Persija Jakarta menjadi salah satu klub dengan hukuman terberat dari Komite Disiplin PSSI sepanjang April 2026. Macan Kemayoran tercatat harus membayar total denda hingga Rp260 juta akibat berbagai pelanggaran yang terjadi dalam laga BRI Super League 2025/2026.
Mayoritas hukuman yang diterima Persija berasal dari aksi suporternya di tribune stadion. Mulai dari penyalaan flare dan petasan, pelemparan botol air minum, hingga kehadiran suporter tandang dalam pertandingan away.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Denda terbesar diterima Persija saat menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC pada 5 April 2026. Dalam pertandingan tersebut, suporter Persija kedapatan menyalakan flare dan petasan di Tribun Utara serta Tribun Selatan.
Akibat insiden itu, Komdis PSSI menjatuhkan sanksi denda sebesar Rp120 juta kepada Persija Jakarta.
Tak hanya itu, dalam laga yang sama, Persija kembali dihukum karena adanya suporter tandang yang hadir di stadion. Klub ibu kota tersebut mendapat tambahan denda Rp25 juta.
Masih dari pertandingan kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC, suporter Persija juga melakukan pelemparan air minum kemasan di Tribun Utara. Pelanggaran tersebut membuat Persija kembali menerima hukuman denda Rp30 juta.
Masalah belum selesai. Saat menghadapi Persebaya Surabaya pada 11 April 2026, suporter Persija kembali menyalakan petasan di Tribun Utara dan Tribun Barat stadion.
Komdis PSSI lagi-lagi menjatuhkan hukuman berat berupa denda Rp60 juta kepada Persija Jakarta.
Selain itu, Panitia Pelaksana Pertandingan Persija juga terkena sanksi Rp25 juta karena dianggap gagal mengantisipasi kehadiran suporter Persebaya Surabaya dalam pertandingan tersebut.
Jika ditotal, Persija harus membayar denda mencapai Rp260 juta hanya dalam kurun April 2026.
Tak cuma Persija, beberapa klub lain juga menerima hukuman besar dari Komdis PSSI. PSIS Semarang dan Persiku Kudus bahkan sama-sama terkena denda Rp125 juta akibat penyalaan flare dan kembang api oleh suporter.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sementara Arema FC juga menerima beberapa sanksi terkait flare, ujaran kebencian, hingga kehadiran suporter tandang saat melawan Persib Bandung.
Fenomena ini menunjukkan persoalan disiplin suporter masih menjadi perhatian serius PSSI. Komdis kini tampak semakin tegas menjatuhkan hukuman demi menjaga keamanan dan ketertiban kompetisi sepakbola nasional.
PSSI Murka Stadion Dikepung Asap Flare usai Final Liga 2 PSS Sleman vs Garudayaksa FC
Sekjen PSSI Yunus Nusi menyesalkan aksi flare suporter usai final Liga 2 2025/2026 dan meminta seluruh pendukung klub lebih dewasa menjaga sportivitas.
VIVA.co.id
10 Mei 2026

3 days ago
4











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364675/original/098242200_1759123308-padel_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555113/original/019639800_1776143107-Mahasiswa_UI_diduga_lakukan_pelecehan_seksual__2_.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556554/original/020780300_1776253850-BPJS_Kesehatan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3301494/original/038090600_1605800346-Tips.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5030100/original/095728600_1732950329-ciri-ciri-urine-penderita-diabetes.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457086/original/001907200_1766985704-mohammad-o-siddiqui-uXIx0Ss3b-c-unsplash.jpg)