loading...
Antonov An-124, pesawat raksasa Rusia yang sudah lebih dari 4 tahun ditahan Kanada di Bandara Pearson Toronto. Foto/Wikipedia
OTTAWA - Antonov An-124, sebuah pesawat raksasa Rusia, telah ditahan di Bandara Pearson Toronto, Kanada, sejak Februari 2022 atau lebih dari empat tahun. Pesawat An-124 "disandera" oleh negara NATO tersebut setelah pemiliknya terkena sanksi terkait invasi Rusia terhadap Ukraina.
Pesawat itu sekarang terancam tidak bisa pulang setelah hakim Pengadilan Federal Kanada, Ann Marie McDonald, menolak banding yang diajukan perusahaan pemilik pesawat; Volga-Dnepr Airlines (VDA)—yang meminta sanksi dicabut. Artinya, An-124 akan tetap ditahan di Kanada.
Baca Juga: Rusia Buru Putra Menkes AS yang Juga Eks Pacar Taylor Swift karena Jadi Tentara Bayaran Ukraina
Hakim mengatakan maskapai tersebut tidak dapat menunjukkan bahwa keputusan pemerintah Kanada tidak masuk akal atau dibuat tanpa mengikuti prosedur yang adil.
“Secara keseluruhan, dengan mempertimbangkan kewenangan luas yang dimiliki Menteri (Luar Negeri) dalam keputusan-keputusan ini dan setelah memastikan bahwa menteri menggunakan kewenangan tersebut secara wajar, tidak ada dasar bagi pengadilan ini untuk melakukan intervensi,” tulis hakim dalam putusannya.
Menteri Luar Negeri Kanada Anita Anand menyambut baik putusan hakim dalam unggahan di X. “Pesawat kargo Antonov milik Rusia yang telah ditahan di Bandara Pearson Toronto sejak Februari 2022 akan tetap berada di sana menyusul keputusan Pengadilan Federal. Kami berhasil meyakinkan pengadilan bahwa Kanada tidak akan menjadi tempat berlindung bagi aset yang terkait dengan entitas yang dikenai sanksi dan mendukung invasi besar-besaran Rusia yang ilegal ke Ukraina. Mereka yang berkontribusi terhadap agresi Kremlin harus siap menghadapi konsekuensinya," tulis Anand, sebagaimana dikutip dari EurAsian Times, Minggu (23/8/2026).
Putusan tersebut dilaporkan didasarkan pada fakta bahwa operator pesawat berkontribusi secara signifikan terhadap upaya Rusia menghindari sanksi yang diberlakukan Kanada dan negara-negara sekutunya untuk memperoleh barang-barang yang terkena sanksi.
Antonov An-124 tiba di Kanada pada Februari 2022 dengan membawa alat tes Covid-19 dari China melalui Anchorage, Alaska. Pesawat tersebut seharusnya kembali ke Rusia setelah menurunkan kargo, tetapi terjebak setelah Kanada menutup wilayah udaranya bagi penerbangan Rusia sebagai respons atas invasi Rusia ke Ukraina yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Pembatasan tersebut membuat pesawat yang terdaftar di Rusia beserta perusahaan afiliasinya tidak dapat terbang melintasi wilayah udara sejumlah negara, termasuk Kanada, Amerika Serikat, dan negara-negara Eropa.
Karena tidak dapat meninggalkan Kanada sebelum batas waktu, pesawat tersebut mulai dikenai biaya parkir sebesar USD1.650 per hari, sehingga biaya yang harus ditanggung terus membengkak.
Pada musim panas 2023, Kanada mengumumkan sanksi baru yang membuka jalan bagi penyitaan Antonov An-124 milik Volga-Dnepr Group, bersama dengan sejumlah tindakan yang menargetkan dua anak perusahaannya, Volga-Dnepr Airlines dan AirBridge Cargo Airlines.
Pesawat tersebut kemudian secara resmi disita Ottawa pada Juni 2023 dengan alasan: "Pemiliknya terlibat dalam perang pilihan Presiden Rusia Vladimir Putin.”
Saat itu, Menteri Luar Negeri Kanada Melanie Joly mengatakan penyitaan tersebut dirancang untuk memberikan tekanan tambahan kepada Rusia agar menghentikan perang ilegalnya terhadap Ukraina dengan menekan sistem ekonominya dan membatasi sumber daya yang menggerakkan perang.
Operator maskapai Rusia tersebut menegaskan bahwa mereka adalah maskapai penerbangan damai yang tidak mengangkut perlengkapan militer dan membantah memiliki peran dalam invasi.
Namun, Kementerian Luar Negeri Kanada menyimpulkan bahwa perusahaan tersebut mendapat keuntungan dari kontrak dan subsidi pemerintah Rusia, yang menurut Kanada dimaksudkan untuk mengurangi dampak atau menghindari sanksi yang diberlakukan Kanada dan negara-negara mitranya.
Pada suatu waktu, Kanada bahkan mempertimbangkan untuk mengirim An-124 ke Ukraina. Hal tersebut diumumkan Perdana Menteri Ukraina saat itu, Denys Shmyhal, pada April 2023.
“Paket sanksi baru terhadap Rusia dari Kanada. Secara khusus, terhadap Volga-Dnepr. Kami sedang mempersiapkan penyitaan pesawat An-124 dan aset-aset agresor lainnya di Kanada untuk kemudian dipindahkan ke Ukraina,” kata Shmyhal saat itu.





































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310865/original/081850900_1785378315-cropped-2d7f636b-2380-40cc-a881-ea61c56069f5.jpg)

