PON 2028 Jadi Momentum Sumba Angkat Potensi Kuda Sandelwood ke Level Nasional

10 hours ago 1

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:54 WIB

VIVA – Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028 Nusa Tenggara Timur (NTT)-Nusa Tenggara Barat (NTB) bukan hanya menjadi momentum bagi pembangunan arena olahraga. Di balik persiapan menuju pesta olahraga terbesar di Indonesia itu, ada satu kekuatan lokal yang diprediksi ikut mencuri perhatian, yakni Kuda Sandelwood, ras kuda asli Pulau Sumba yang selama ratusan tahun menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat setempat.

Selama ini, nama Sumba identik dengan julukan "Pulau 1000 Kuda". Julukan tersebut bukan sekadar slogan pariwisata, melainkan cerminan budaya masyarakat yang menjadikan kuda sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari. Hampir di setiap wilayah, kuda dipelihara sebagai sarana transportasi, simbol status sosial, hingga bagian dari berbagai upacara adat. Dari tradisi itulah lahir budaya pacuan kuda yang terus bertahan hingga kini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di balik tradisi tersebut, tersimpan potensi besar yang kini mulai dilirik sebagai kekuatan olahraga prestasi. Momentum PON XXII/2028 menjadi peluang bagi Kuda Sandelwood untuk semakin dikenal sebagai salah satu ras kuda lokal Indonesia yang memiliki kualitas untuk mendukung perkembangan olahraga pacuan kuda nasional.

Kuda Sandelwood dikenal memiliki karakter yang lincah, tangguh, serta mampu beradaptasi dengan kondisi alam Sumba yang didominasi padang savana. Kemampuan tersebut membuat ras kuda ini telah lama menjadi andalan dalam berbagai pacuan tradisional yang rutin digelar di Pulau Sumba. Kecepatan dan daya tahannya juga menjadikan Kuda Sandelwood memiliki nilai ekonomi yang tinggi bagi masyarakat setempat.

Ketua Presidium Konfederasi Nasional Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi), Triwatty Marciano, menilai Sumba memiliki modal yang sangat lengkap untuk mengembangkan olahraga berkuda sekaligus memperkuat sektor pariwisata berbasis olahraga atau sport tourism.

"Sumba memiliki semua unsur yang dibutuhkan untuk menjadi destinasi Sport Tourism kelas dunia. Budaya berkuda yang kuat, masyarakat yang mencintai olahraga kuda, kuda lokal yang berkualitas, serta panorama alam yang luar biasa merupakan kekuatan yang tidak dimiliki banyak daerah. Potensi ini harus dikembangkan secara terpadu sehingga memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat," ujar Triwatty.

Halaman Selanjutnya

Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangkaian kunjungan kerja Ketua Presidium Konfederasi Nasional Pordasi ke sejumlah arena pacuan kuda di Pulau Sumba pada 16-19 Juli 2026. Kunjungan itu tidak hanya bertujuan meninjau kesiapan venue menjelang PON 2028, tetapi juga melihat langsung potensi besar yang dimiliki daerah tersebut dalam mengembangkan olahraga berkuda secara berkelanjutan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |