Posisi Iran Makin 'di Atas Angin' Dibanding Awal Serangan AS-Israel? Ini Faktanya

4 weeks ago 11

Kamis, 26 Maret 2026 - 07:00 WIB

VIVA –Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa Washington sedang terlibat dalam pembicaraan yang  mulai menemukan ‘titik terang’ dengan Iran. Namun secara terbuka, pejabat Iran membantah klaim tersebut dan menyebut klaim Trump sebagai berita palsu yang sengaja disebarkan untuk menekan harga minyak.

Namun di balik ketegangan di antara kedua negara itu, dua sumber diplomatik senior di kawasan Timur Tengah mengatakan kepada Al Jazeerah bahwa Mesir, Turki, dan Pakistan dalam beberapa hari terakhir telah membuka jalur komunikasi tidak langsung antara pejabat Amerika dan Iran. Meski begitu, peluang menuju gencatan senjata masih diragukan. Para ahli menilai posisi kedua pihak yang bertikai masih terlalu jauh untuk mencapai kesepakatan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sikap pimpinan Iran terkait tuntutan yang ingin mereka dapatkan dari Amerika Serikat tampaknya semakin keras sejak perang pecah pada 28 Februari, saat AS dan Israel menyerang Iran dan menewaskan Pemimpin Tertinggi saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.

AS dan Israel mengklaim serangan bertubi-tubi sejak saat itu telah secara signifikan melemahkan kemampuan militer Iran. Pentagon bahkan menyebut 90 persen kapasitas rudal Iran telah dihancurkan. Namun, Iran menunjukkan bahwa mereka masih mampu meluncurkan serangan kapan pun mereka mau, dan dengan akurasi tinggi.

Demikian juga dengan Selat Hormuz, jalur penting yang dilalui sekitar seperlima ekspor minyak dunia. Pasca perang berkecambuk ratusan kapal kini terhambat. Di kawasan yang lebih luas, Iran menerapkan kebijakan ‘mata ganti mata’ untuk mengembalikan efek gentar dan memastikan setiap ancaman dibalas dengan tindakan nyata.

Pekan lalu, pasukan Iran menyerang fasilitas gas utama Qatar hingga memangkas sekitar 17 persen kapasitas ekspornya, tak lama setelah Israel menyerang ladang South Pars milik Iran. Setelah serangan terhadap fasilitas nuklir Natanz, dua rudal balistik Iran berhasil menembus sistem pertahanan Israel dan menghantam kota Arad dan Dimona di selatan, yang melukai lebih dari 180 orang.

Menurut para ahli, tujuan Iran saat ini bukan sekadar gencatan senjata, melainkan membentuk tatanan pasca perang yang mampu mengembalikan daya tangkal serta menjamin keamanan dan kepentingan ekonomi jangka panjangnya.

Halaman Selanjutnya

'Garis merah baru' Iran

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |