Prabowo: 19 Bulan Saya Memimpin Sudah Swasembada Beras dan Jagung

3 weeks ago 15

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:10 WIB

Jakarta, VIVA – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia telah berhasil mencapai swasembada pangan, salah satunya produksi udang di Kebumen, Jawa Tengah, di tengah situasi ketidakpastian serta konflik geopolitik yang melanda berbagai belahan dunia saat ini.

Pencapaian ini merupakan hasil dari langkah strategis pemerintah selama 19 bulan terakhir dalam memperkuat kemandirian sektor pangan guna menjamin stabilitas kebutuhan pokok masyarakat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

​"Kita alhamdulillah dalam bisa dikatakan 18 bulan ya saya mimpin pemerintahan dari Oktober 2024, 1 tahun 7 bulan. Jadi 19 bulan. Alhamdulillah banyak yang sudah kita capai ya. Kita sekarang sudah swasembada pangan, sudah swasembada beras, jagung, kemudian protein kita," kata Presiden Prabowo dikutip dari siaran YouTube Sekretariat Presiden di Jakarta, Sabtu.

​Presiden yang menghadiri panen raya udang di Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, merinci bahwa capaian swasembada saat ini mencakup komoditas pokok seperti beras, jagung, dan protein telur ayam.

Sementara itu, untuk komoditas daging, pemerintah saat ini tengah menggenjot percepatan produksi dengan target kemandirian penuh yang diharapkan dapat terealisasi dalam kurun waktu empat hingga lima tahun mendatang.

​Di tengah situasi global yang dipenuhi dengan ketegangan geopolitik, Presiden menekankan bahwa Indonesia harus memiliki kekuatan pertahanan yang tangguh. Hal ini dinilai krusial untuk melindungi kekayaan alam nasional dari intervensi pihak asing maupun pihak tertentu yang ingin menguasai sumber daya domestik.

​"Kita bersyukur ke Yang Maha Kuasa kita masih tidak terlibat, tapi kita waspada. Kita harus punya kekuatan. Makanya kita bangun kekuatan pertahanan kita, untuk jaga kekayaan kita. Dan sekarang kekayaan-kekayaan kita, kita kelola sendiri," tegas Presiden.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

​Selain ketahanan pangan dan pertahanan, Presiden menyoroti pentingnya menutup celah kebocoran kekayaan negara yang selama ini menghambat kesejahteraan rakyat luas. Presiden berkomitmen penuh untuk memastikan kekayaan tersebut dikelola secara transparan dan dinikmati langsung oleh seluruh rakyat Indonesia, bukan hanya segelintir pihak.

​"Saya tegaskan bahwa Indonesia sungguh-sungguh sangat kaya tapi terlalu banyak kekayaan kita bocor dan kebocoran ini harus kita hentikan. Dan saya bertekad saya akan berusaha sekeras tenaga saya dan tenaga semua pembantu saya. Kita akan berbuat apa saja yang diperlukan untuk menghentikan kebocoran kekayaan rakyat Indonesia," kata Presiden.

Halaman Selanjutnya

​Pemerintah terus memperluas model pembangunan proyek produktif ke berbagai daerah, seperti pengembangan tambak udang dan ikan di Waingapu, Gorontalo, serta kawasan Pantura, Jawa Barat.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |