Pramono Ungkap Rencana Besar MRT Jakarta, Bakal Tembus Bekasi dan Banten!

3 days ago 15

Rabu, 16 September 2026 - 17:40 WIB

VIVA – Rencana pembangunan MRT Jakarta lintas Timur-Barat mulai memasuki tahap yang lebih serius. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengungkapkan proyek tersebut ditargetkan mulai dilakukan groundbreaking pada tahun 2026 ini.

Menariknya, peletakan batu pertama proyek MRT Jakarta East-West Line itu diharapkan dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pramono menyampaikan hal tersebut setelah menghadiri peresmian LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai di Stasiun LRT Manggarai, Jakarta, Rabu, 16 September 2026.

“Untuk Jakarta Barat, kita akan kembangkan yang dari Barat ke Timur menggunakan MRT. Tahun ini, mudah-mudahan bisa di-groundbreaking oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto,” ujar Pramono dalam konferensi pers.

Jika terealisasi, proyek ini akan memperluas jaringan MRT Jakarta yang selama ini dikenal melalui koridor Utara-Selatan dari Lebak Bulus hingga Bundaran HI.

Pramono mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat mengenai rencana pembangunan tersebut, termasuk pembagian porsi pembiayaan antara pemerintah pusat dan Pemprov DKI Jakarta.

“Tadi, kami sudah mendiskusikan juga dengan pemerintah pusat mengenai share, berapa yang perlu di-share atau dibagi antara pemerintah pusat dengan Pemerintah Jakarta. Prinsipnya, melanjutkan apa yang sudah diatur di dalam MRT dari Utara ke Selatan,” kata Pramono.

Membentang dari Banten hingga Bekasi

MRT Jakarta East-West Line dirancang sebagai salah satu jaringan transportasi massal yang menghubungkan kawasan metropolitan Jakarta dari sisi barat hingga timur.

Dalam rencana pengembangannya, jalur MRT tersebut akan melintasi wilayah Banten, DKI Jakarta, hingga Bekasi, Jawa Barat.

Untuk fase 1 tahap 1, jalurnya direncanakan membentang dari Tomang, Jakarta Barat, hingga Medan Satria, Bekasi.

Pengembangan jaringan tersebut kemudian diarahkan lebih jauh hingga kawasan Balaraja di sisi barat dan Cikarang di sisi timur.

Dengan cakupan tersebut, proyek MRT lintas Timur-Barat diproyeksikan memiliki jalur yang jauh lebih panjang dibandingkan jaringan MRT Jakarta yang saat ini telah beroperasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam rencana keseluruhan, jalur tersebut akan memiliki 48 stasiun serta tiga depo MRT Jakarta.

Rencana pengembangan MRT lintas Timur-Barat ini juga telah masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025.

Halaman Selanjutnya

Kehadiran jalur tersebut nantinya diharapkan memperkuat konektivitas transportasi massal antara Jakarta dengan wilayah penyangga di sekitarnya, termasuk Tangerang dan Bekasi.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |