Presiden Korea Selatan Minta Warga Persingkat Waktu Mandi untuk Hadapi Krisis Energi

4 weeks ago 19

Kamis, 26 Maret 2026 - 09:55 WIB

Jakarta, VIVA – Pemerintah Korea Selatan memulai kampanye nasional untuk menghemat energi. Imbauan penghematan ini dilakukan di tengah kekhawatiran meningkatnya gangguan pasokan minyak dan gas akibat perang AS-Israel melawan Iran

Kampanye tersebut mendorong masyarakat untuk mengambil langkah sederhana. Mulai dari mempersingkat waktu mandi, menggunakan sepeda untuk perjalanan pendek, dan menghindari pengisian daya ponsel serta kendaraan listrik pada malam hari.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagai negara yang mengimpor seluruh kebutuhan minyak dan gasnya, Korea Selatan sangat terdampak oleh gangguan ini. Hampir 70 persen pasokan minyak mentahnya melewati Selat Hormuz yang berbatasan dengan Iran, sehingga perang membuat lalu lintas kapal tanker nyaris terhenti. 

Lonjakan harga minyak dan melemahnya nilai won terhadap dolar AS juga memberikan tekanan ganda bagi ekonomi negara yang sangat bergantung pada industri manufaktur intensif energi tersebut.

Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung dalam rapat kabinet pada Selasa silam menyerukan partisipasi publik dalam program 12 langkah nasional untuk menghemat energi. Ia menyinggung patriotisme masyarakat Korea saat krisis keuangan Asia akhir 1990-an, ketika keluarga-keluarga menjual perhiasan emas untuk membantu menyediakan mata uang keras, dan selama pandemi, ketika warga taat mengikuti aturan jaga jarak sosial dan tes Covid yang diberlakukan pemerintah.

“Kami sangat membutuhkan kerja sama dari masyarakat,” ujarnya, sebagaimana dikutip dari The New York Times, Kamis, 26 Maret 2026. “Kami pasti bisa mengatasi krisis ini jika kita bersatu pikiran,” tambahnya. 

Kementerian Iklim, Energi, dan Lingkungan setempat mendorong masyarakat menggunakan mesin cuci dan vacuum cleaner hanya pada akhir pekan, beralih ke peralatan rumah tangga dan lampu hemat energi, serta memanfaatkan transportasi publik sebanyak mungkin. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pemerintah juga mengumumkan bahwa semua instansi negara akan mengoperasikan kendaraan mereka hanya empat dari lima hari kerja. Contohnya, mobil dinas dengan nomor plat akhir 1 atau 6 tidak akan digunakan pada hari Senin.

Jika krisis energi memburuk, pembatasan penggunaan kendaraan pribadi dapat menjadi wajib. Pemerintah juga mempercepat pemeliharaan lima dari sepuluh pembangkit listrik tenaga nuklir agar bisa kembali beroperasi lebih cepat, selain 16 pembangkit lain yang sudah beroperasi.

Halaman Selanjutnya

Di sektor bisnis, perusahaan diminta mengambil langkah konservasi, seperti mematikan lampu saat istirahat makan siang dan mendorong pekerja menggunakan tangga daripada lift.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |