Semarang, VIVA – Polri menyiapkan rekayasa lalu lintas (lalin) untuk menghadapi puncak arus balik Lebaran kedua yang diprediksi akan terjadi pada Minggu, 29 Maret 2026 mendatang.
Kakorlantas Polri, Irjen Agus Suryonugroho menjelaskan rekayasa lalu lintas berupa one way hingga contraflow nantinya akan kembali diterapkan untuk mengatasi lonjakan kendaraan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ilustrasi arus mudik
Photo :
- dok Korlantas Polri
Agus mengatakan meskipun Operasi Ketupat 2026 telah selesai, seluruh jajaran di lapangan masih terus memantau arus balik Lebaran. Pasalnya, kata dia, diperkirakan masih ada ratusan ribu masyarakat yang belum kembali ke Jakarta.
"Dimungkinkan nanti pada tanggal 29 itu ada puncak arus balik kedua. Ini kita sudah siap,” kata Agus kepada wartawan di Simpang Lima, Semarang, Kamis, 26 Maret 2026 dini hari.
"One way sepenggal maupun one way nasional itu tentunya kami sudah mempersiapkan emergency plan," ucap Agus.
Namun demikian, ia menyebut penerapan skema rekayasa lalu lintas one way atau contraflow akan dilakukan secara tergantung pada parameter jumlah kendaraan di gerbang tol.
"Jadi, kalau memang nanti parameter di Gerbang Tol Kalikangkung itu sudah hampir 4.000, kami juga mungkin akan melakukan one way," jelasnya.
Agus menegaskan jika volume kendaraan masih di bawah ambang batas, maka rekayasa lalu lintas contra flow akan lebih dahulu dioptimalkan.
"Tetapi kalau masih di bawah 3.800 atau 2.500, kita masih bisa menggunakan jalur arah Jakarta dan arah ke Trans Jawa," pungkasnya.
Di sisi lain, Agus juga mengungkapkan bahwa berdasarkan data aplikasi IRSMS Korlantas Polri, jumlah korban meninggal dunia (MD) selama periode mudik dan balik tahun ini mengalami penurunan signifikan.
"Jumlah fatalitas korban meninggal dunia mengalami penurunan 104 orang atau sebesar 30,41 persen. Di mana pada tahun 2026 tercatat sebanyak 238 orang, sementara pada tahun 2025 mencapai 342 orang," jelasnya.
Arus mudik Lebaran 2026 di jalur penyeberangan Merak–Bakauheni
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Tidak hanya angka kematian, total kejadian kecelakaan lalu lintas secara nasional juga menunjukkan tren positif. Polri mencatat penurunan jumlah laka lantas sebesar 5,31 persen atau berkurang 153 kejadian dibandingkan tahun lalu.
"Tahun 2026 ini terdapat 2.727 perkara kecelakaan, sementara tahun sebelumnya menyentuh angka 2.880 perkara. Selain itu, tahun ini juga tercatat nihil kecelakaan menonjol," tambah Kaopspus Operasi Ketupat 2026 ini.
Arus Balik Lebaran 2026, Manfaatkan Diskon Tol 30% pada 26–27 Maret
Diskon tarif tol 30 persen pada 26-27 Maret 2026 jadi strategi atasi arus balik Lebaran. Simak imbauan Kapolri dan pemerintah agar perjalanan balik aman.
VIVA.co.id
26 Maret 2026

4 weeks ago
15



























