Punya Bantalan Fiskal Rp 420 Triliun, Purbaya Pastikan RI Tak Butuh Bantuan Ekonomi

2 weeks ago 9

Kamis, 16 April 2026 - 11:18 WIB

Jakarta, VIVA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa memastikan, Indonesia masih memiliki bantalan fiskal yang cukup memadai dengan nilai mencapai hingga Rp 420 triliun.

Sehingga, Purbaya menegaskan bahwa pemerintah Indonesia tidak memerlukan bantuan keuangan dari pihak asing atau negara-negara lain. Hal itu disampaikan Purbaya usai bertemu dengan Managing Director International Monetary Fund (IMF), Kristalina Georgieva.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Indonesia tidak membutuhkan (bantuan), karena anggaran kita cukup baik dan kita masih punya bantalan yang cukup besar (mencapai) Rp 420 triliun," kata Purbaya, dikutip Kamis, 16 April 2026.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

Sebelumnya, IMF sendiri telah menyoroti bahwa ketidakpastian global diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan, dipicu oleh ketegangan geopolitik dan dinamika harga energi dunia.

Namun, pihak IMF sendiri mengaku tidak memiliki otoritas untuk mengurangi tingkat ketidakpastian global tersebut. Mereka hanya mengatakan bahwa pihaknya telah mempersiapkan dukungan dana apabila ada negara yang membutuhkan bantuan di masa-masa sulit seperti saat ini.

Purbaya menambahkan, IMF sendiri sebenarnya menaruh perhatian pada kemampuan Indonesia, untuk bertahan dari berbagai tekanan di tengah kondisi ketidakpastian global saat ini. Terlebih, pemerintah juga telah bermanuver strategi dengan mengubah arah kebijakan fiskal sejak akhir 2025, yang dampaknya sudah mulai terlihat pada perekonomian saat ini.

Purbaya menekankan, perubahan strategi itu juga membuat Indonesia memiliki kemampuan merespons tekanan yang lebih baik, termasuk ketika harga minyak dunia melambung tinggi.

"Dia (Kristalina Georgieva) kelihatannya senang dengan keadaan seperti itu," ujarnya.

Meskipun IMF tidak menyusun kebijakan khusus untuk mengurangi tekanan global, namun Purbaya mengatakan bahwa lembaga itu nantinya akan mengumumkan negara-negara yang mampu mempertahankan performa ekonomi dengan baik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Diketahui, selain bertemu IMF, Purbaya juga melakukan pertemuan strategis dengan petinggi Bank Dunia (World Bank), serta perwakilan lembaga pemeringkat internasional seperti S&P Global Ratings. Menurutnya, berbagai lembaga global itu mengapresiasi arah strategi kebijakan fiskal Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Bank Dunia juga menyatakan minat untuk memperdalam kerja sama dengan Indonesia, khususnya dalam mendukung pembangunan jangka panjang, pengentasan kemiskinan, serta pembiayaan proyek strategis di negara berkembang. (Ant).

Ilustrasi mata uang Rupiah.

Rupiah Menguat ke 17.134 Meski Proyeksi Ekonomi RI Dipangkas IMF, World Bank & ADB

Hingga pukul 09.02 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 17.134 per dolar AS. Posisi itu menguat 9 poin atau 0,05 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 17.143 per dolar AS.

img_title

VIVA.co.id

16 April 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |