Jakarta, VIVA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, target belanja negara di 2027 akan berada di kisaran 13,62—14,80 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Dalam rapat bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Purbaya merinci bahwa di dalamnya sudah mencakup kebutuhan pendanaan berbagai Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN), yang diperkirakan mencapai Rp 1.720—Rp 1.896 triliun dan terdiri dari 60 program di 8 klaster berbeda.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Belanja negara tahun 2027 direncanakan berada pada kisaran 13,62 persen hingga 14,80 persen terhadap PDB," kata Purbaya di DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa, 9 Juni 2026.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa
Photo :
- [Mohammad Yudha Prasetya]
"Besaran postur makro fiskal 2027 telah memperhitungkan kebutuhan pendanaan berbagai PKPN, yang diperkirakan mencapai Rp 1.720 triliun hingga Rp 1.896 triliun," ujarnya.
Purbaya memastikan, target belanja negara di 2027 itu sebagaimana yang sebelumnya telah disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF), sebagai pendahuluan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.
Pengalokasian belanja PKPN itu sendiri menurutnya akan disalurkan melalui belanja pemerintah pusat, optimalisasi transfer ke daerah dan dana desa, serta pembiayaan anggaran.
Dia menegaskan, pemerintah akan terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas belanja negara, melalui upaya efisiensi dan refocusing anggaran agar alokasinya semakin produktif dan tepat sasaran.
"Serta mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian dan masyarakat," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy menjabarkan, 60 program di dalam PKPN pada 8 klaster berbeda itu antara lain mencakup aspek kedaulatan pangan; kemandirian energi dan air; pendidikan; kesehatan; hilirisasi dan industrialisasi; infrastruktur, perumahan dan ketahanan bencana; ekonomi kerakyatan dan desa; serta penurunan kemiskinan.
Rachmat menjelaskan, kedelapan klaster tersebut sejatinya tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling terhubung antara satu dengan yang lainnya.
Misalnya seperti klaster pangan yang terhubung dengan gizi, gizi dengan pendidikan, pendidikan dengan produktivitas, produktivitas dengan industri, industri menciptakan lapangan kerja, dan lapangan kerja menurunkan jumlah orang miskin.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Dimana semua itu perlu sarana dan prasarana yang saling terkait dan ter-interkoneksi," ujarnya.
Berikut adalah daftar program PKPN 2027 yang terbagi ke dalam 8 klaster, antara lain yakni:
Halaman Selanjutnya
1. Kedaulatan Pangan:

3 days ago
6















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5182268/original/044611800_1744080588-WhatsApp_Image_2025-04-08_at_09.22.25.jpeg)