Purbaya cs Pede Ekonomi RI Tetap Tumbuh Meski Terjadi Penutupan Selat Hormuz

1 day ago 3

Kamis, 12 Maret 2026 - 13:18 WIB

Jakarta, VIVA – Kementerian Keuangan melalui Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (DJSEF), Febrio Kacaribu meyakini, ekonomi Indonesia bakal terus tumbuh meskipun terdapat gangguan rantai pasok komoditas, akibat penutupan Selat Hormuz di tengah konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Dia mengatakan, Kemenkeu akan menerapkan strategi belanja pemerintah yang merata di seluruh kuartal agar dapat terus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kami ingin pertumbuhan ekonominya juga lebih merata di sepanjang tahun, di mana belanja negaranya juga kami buat lebih merata,” kata Febrio Kacaribu dalam Konferensi Pers APBN KITA Edisi Maret 2026 di Jakarta, Rabu, 11 Maret 2026.

Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu

Photo :

  • [Mohammad Yudha Prasetya]

Dia mengatakan, Kemenkeu juga berupaya untuk merealisasikan anggaran belanja pemerintah dengan lebih cepat, sehingga diharapkan pertumbuhan ekonomi akan tetap terjaga untuk mencapai target peningkatan 5,4 persen secara year-on-year (yoy) hingga akhir 2026.

Febrio mengatakan, realisasi belanja negara tercatat sebesar Rp 493,8 triliun atau 12,8 persen dari target, melonjak 41,9 persen (yoy) per 28 Februari lalu.

“Sisi penerimaannya juga sangat memungkinkan kami untuk melakukan (percepatan belanja) itu, (karena) pertumbuhannya untuk pajak di atas 30 persen,” kata Febrio.

Kemenkeu mencatat, penerimaan pajak tumbuh 30,4 persen yoy menjadi Rp245,1 triliun, atau 10,4 persen dari target, hingga akhir Februari 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melalui percepatan belanja tersebut, Kemenkeu berharap pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026 cukup kuat, melanjutkan momentum pertumbuhan dari kuartal IV 2025 yang mencapai 5,39 persen yoy.

“Dengan (pertumbuhan kuartal sebelumnya sebesar) 5,39 persen (yoy), nanti kami harapkan (pertumbuhan) ini bisa berada di 5,5 persen atau lebih di kuartal I 2026, momentum pertumbuhan ekonomi itu juga kita harapkan terus berlanjut,” ujarnya.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia

Impor Minyak dari AS Butuh Waktu Lebih Lama, Bahlil Ungkap Cara Menyiasatinya

Bahlil menjelaskan pengalihan impor minyak dari Timur Tengah, yang selama ini memenuhi 25 persen dari kuota impor minyak secara nasional itu akibat penutupan Selat Hormuz

img_title

VIVA.co.id

12 Maret 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |