Purbaya Kena Reshuffle, Demokrat: Langkah Tepat, Ekonomi Kita Memang Alami Ketidakpercayaan Market

4 days ago 3

Rabu, 16 September 2026 - 00:01 WIB

Jakarta, VIVA – Partai Demokrat menilai perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih, khususnya di sektor ekonomi menjadi hal yang sangat penting. Sebab, perombakan itu bisa memulihkan kepercayaan pasar terhadap Indonesia.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Dede Yusuf mengatakan reshuffle memang merupakan kewenangan Presiden Prabowo Subianto. Namun, ia menilai perubahan di sektor ekonomi diperlukan melihat adanya ketidakpercayaan pasar terhadap sejumlah kebijakan ekonomi pemerintah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kalau kita berbicara reshuffle apakah itu sebuah keniscayaan, kalau di sektor ekonomi saya rasa ini penting karena kan kita paham semua kondisi ekonomi kita ini memang mengalami ada ketidakpercayaan market terhadap gerakan yang dilakukan, katakanlah kebijakan-kebijakan ekonomi," kata Dede di Kompleks Parlemen Senayan, Selasa, 15 September 2026.

Menurut Dede, langkah Presiden Prabowo melakukan perubahan di sektor ekonomi merupakan tindakan yang tepat. Hal utama yang perlu dilakukan pemerintah saat ini, kata dia, adalah mengembalikan kepercayaan pasar.

"Artinya, saya pikir apa yang dilakukan Pak Prabowo tindakan yang tepat. Mengembalikan kepercayaan kepada market itu dulu yang paling penting," ujarnya.

Dede juga mengapresiasi perombakan jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN). Menurutnya pergeseran posisi tersebut bisa menambah kepercayaan masyarakat terhadap lembaga gizi tersebut.

"Nah, di sektor lain, saya melihat di sektor lain tentu adanya memang harus melakukan perubahan ya. Apalagi setelah ada beberapa orang yang bergeser kan kayak Pak Sudaryono kan bergeser ke BGN. Jadi pasti akan ada perubahan-perubahan," tuturnya.

Defisit Anggaran Tetap Dijaga

Sebelumnya, Suahasil Nazara resmi menjabat sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Suahasil memastikan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan tetap dijaga berada di bawah 3 persen demi mendukung stabilitas perekonomian Indonesia.

"Defisit akan tetap di bawah 3 persen," kata Suahasil saat ditemui awak media usai dilantik di Istana Negara. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan dan kredibilitas tata kelola keuangan negara sebagai sarana utama penyokong berbagai program prioritas pemerintah secara terukur.

Menurutnya, APBN yang tepercaya berperan sebagai instrumen vital dalam mendorong pertumbuhan sekaligus menstabilkan perekonomian nasional.

Halaman Selanjutnya

Suahasil menyampaikan bahwa instruksi Presiden mengamanatkan Kementerian Keuangan untuk terus menjaga akuntabilitas serta efisiensi penggunaan alokasi belanja negara.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |