Purbaya Siapkan Sanksi Bagi 10 Perusahaan Terduga Manipulasi Ekspor-Impor

4 hours ago 1

Selasa, 26 Mei 2026 - 20:34 WIB

Jakarta, VIVA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengaku, saat ini pihaknya tengah mengkaji skema sanksi bagi 10 perusahaan, yang diduga memanipulasi kegiatan ekspor-impor (trade misinvoicing) tanpa harus menutup perusahaan-perusahaan tersebut.

"Yang jelas kami enggak akan membuat perusahaan itu tutup. Tapi dia harus bayar kewajiban sesuai nanti pemeriksaan. Nanti kami lihat apa yang terbaik,” kata Purbaya di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa, 26 Mei 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

Photo :

  • [Mohammad Yudha Prasetya]

Dia menjelaskan, Kemenkeu telah melakukan penyelidikan awal untuk mengungkap praktik ilegal ini. Kemudian dilanjutkan dengan koordinasi bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta Kejaksaan Agung.

Sejauh ini, Purbaya menyebut telah memeriksa 20 perusahaan, dengan fokus utama pada 10 perusahaan besar yang seluruhnya bergerak di sektor industri kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO).

Purbaya mengatakan, modus yang dilakukan oleh 10 perusahaan tersebut umumnya melakukan manipulasi nilai ekspor, melalui perusahaan perdagangan atau trading company di Singapura.

Mereka melaporkan nilai ekspor yang lebih rendah dari harga jual sebenarnya di negara tujuan. Temuan ini diperoleh dari penulusuran data ekspor dengan data negara tujuan ekspor.

“Kami ada periksa 20 perusahaan, yang lain kecil-kecil. Kami fokus yang besar, semuanya begitu, yang 10 itu. Jadi, kalau yang besar begitu, yang kecil mungkin sama,” ujarnya.

Diketahui, untuk mengatasi praktik kurang bayar (underinvoicing) hingga praktik pemindahan harga (transfer pricing), pemerintah membentuk PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).

PT DSI berperan sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) khusus ekspor yang mengatur kebijakan tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA) untuk meningkatkan penerimaan negara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelumnya, Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir menyebut, PT DSI akan menjalankan bisnis dengan orientasi profit melalui pengelolaan ekspor SDA, sejalan dengan orientasi bisnis Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.

DSI pada tahap awal akan menjalankan model agent business atau perantara sebelum mengembangkan fungsi lain sesuai kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki. (Ant).

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

Pembentukan DSI Tak Mengubah Peran Bea Cukai, Purbaya: Tetap Seperti Biasa

Purbaya memastikan, tak ada rencana pengambilalihan fungsi pengawasan ekspor dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), kepada PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI)

img_title

VIVA.co.id

26 Mei 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |