Putri Titian Soroti Bahaya Anemia pada Anak, Ternyata Bisa Ganggu Daya Ingat dan Prestasi Sekolah

4 hours ago 2

Kamis, 16 April 2026 - 17:00 WIB

Jakarta, VIVA – Aktris sekaligus ibu dua anak Putri Titian membagikan kekhawatirannya terkait kondisi gizi anak setelah mengetahui hasil riset terbaru yang mengaitkan stunting dan anemia dengan kemampuan daya ingat anak. Ia mengaku cukup terkejut karena selama ini banyak orang tua mengira masalah konsentrasi anak hanya disebabkan faktor kebiasaan dari luar seperti penggunaan gadget.

Menurut Putri Titian, temuan tersebut membuka wawasan baru bagi para orang tua tentang pentingnya memperhatikan nutrisi anak sejak dini. Ia menilai informasi ini sangat penting, terutama bagi ibu yang memiliki anak usia sekolah. Scroll ke bawah untuk simak artikel selengkapnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Mungkin hari ini kita sama-sama belajar ya, buat saya juga ibu, dan mau kasih tau sama ibu-ibu di rumah. Ternyata memang ada hasil riset dari IHDC, ini baru risetnya, dan membuka pikiran kita semua. Ternyata ada yang namanya working memory, dan itu berdampak sekali sama anak-anak kita dalam usia sekolah,” ujar Putri Titian saat ditemui di Jakarta pada Rabu, 15 April 2026. 

Dalam kesempatan tersebut, Putri Titian menyoroti bahwa anemia tidak hanya dialami oleh ibu hamil atau perempuan dewasa, tetapi juga bisa terjadi pada anak-anak. Kondisi ini sering tidak disadari karena gejalanya tidak selalu terlihat jelas.

Ia mengaku baru memahami bahwa kekurangan zat besi dapat memengaruhi kemampuan anak dalam menangkap pelajaran di sekolah. Hal ini membuatnya semakin waspada terhadap kebutuhan nutrisi harian anak-anaknya.

“Ternyata ada yang namanya anemia, yang defisit besi. Dan itu kita pikirnya kan tadi cuma perempuan, ibu hamil, tapi ternyata juga ada nih anak-anak bisa anemia juga nih, kena nih ibu,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Putri Titian juga menambahkan bahwa anak yang terlihat sulit memahami pelajaran belum tentu disebabkan faktor eksternal seperti malas belajar atau terlalu sering bermain gadget. Bisa jadi, masalah tersebut berasal dari kondisi tubuh anak itu sendiri.

“Ternyata di rumah tuh anak yang kurang nangkep, bukan dari luar ternyata, tapi dari internal, masalah internal, masalah gizi, masalah nutrisi, kebutuhan susu, gitu,” lanjutnya.

Halaman Selanjutnya

Istilah working memory atau daya ingat kerja juga menjadi perhatian penting dalam diskusi tersebut. Working memory berperan dalam membantu anak menyimpan dan mengolah informasi, yang sangat dibutuhkan dalam proses belajar sehari-hari.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |