Rambut Beruban Ternyata Bisa Jadi Tanda Tubuh Melawan Kanker? Ini Temuan Studi Terbaru

5 hours ago 1

Jumat, 31 Juli 2026 - 23:00 WIB

VIVA – Selama ini rambut beruban identik dengan proses penuaan. Namun, sebuah penelitian terbaru mengungkap kemungkinan yang menarik: uban mungkin bukan sekadar tanda bertambahnya usia, melainkan bagian dari mekanisme alami tubuh untuk melindungi diri dari kanker.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Cell Biology, melansir dari Live Science, menemukan bahwa pemicu kanker, seperti paparan sinar ultraviolet (UV), radiasi, maupun zat kimia tertentu, dapat mengaktifkan sistem pertahanan tubuh. Respons ini memang dapat mempercepat munculnya uban, tetapi di sisi lain juga berpotensi menekan risiko terbentuknya sel kanker.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa temuan ini masih berasal dari penelitian pada tikus dan perlu dikaji lebih lanjut pada manusia.

Hubungan Antara Rambut Beruban dan Risiko Kanker

Dalam penelitian tersebut, ilmuwan meneliti sel punca melanosit (melanocyte stem cells), yaitu sel yang bertugas menghasilkan melanin, pigmen yang memberi warna alami pada rambut.

Di dalam folikel rambut terdapat cadangan sel punca yang terus memperbarui diri selama siklus pertumbuhan rambut. Sel-sel inilah yang nantinya berkembang menjadi sel penghasil melanin sehingga rambut tetap berwarna.

Namun ketika sel punca tersebut mengalami kerusakan DNA akibat faktor lingkungan, seperti radiasi atau sinar UV, tubuh harus mengambil keputusan penting.

Sel tersebut bisa berhenti membelah sebagai bentuk perlindungan, atau justru terus berkembang secara tidak terkendali hingga berpotensi membentuk tumor.

Beruban Muncul saat Sel Berhenti Berkembang

Tim peneliti dari University of Tokyo menemukan bahwa ketika terjadi kerusakan DNA akibat radiasi ionisasi, sel punca melanosit cenderung memasuki kondisi yang disebut cell senescence atau penuaan sel.

Dalam kondisi ini, sel berhenti membelah sehingga kerusakan genetik tidak diwariskan kepada sel-sel baru.

Akibatnya, cadangan sel penghasil pigmen semakin berkurang. Rambut pun kehilangan warna alaminya dan berubah menjadi abu-abu atau putih.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski memicu munculnya uban lebih cepat, mekanisme tersebut justru dianggap sebagai sistem perlindungan tubuh karena mampu mencegah sel yang rusak berkembang menjadi kanker.

Tidak Semua Kerusakan DNA Memicu Respons yang Sama

Halaman Selanjutnya

Menariknya, penelitian juga menemukan bahwa tidak semua penyebab kerusakan DNA menghasilkan efek serupa.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |