RAPBN 2027: Subsidi Energi Naik Jadi Rp272,9 Triliun, ICP Diasumsikan USD75 per Barel

2 hours ago 3

loading...

Pemerintah mengalokasikan anggaran subsidi energi sebesar Rp272,9 triliun dalam RAPBN 2027. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA - Pemerintah mengalokasikan anggaran subsidi energi sebesar Rp272,9 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027, meningkat sekitar 20% dibandingkan alokasi tahun sebelumnya. Anggaran tersebut menjadi bagian dari total belanja subsidi yang ditetapkan sebesar Rp387,9 triliun untuk menjaga stabilitas harga energi dan daya beli masyarakat.

"Besaran subsidi energi akan dipengaruhi oleh sejumlah asumsi ekonomi makro, antara lain harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) dan nilai tukar rupiah," demikian disebutkan dalam dokumen Nota Keuangan beserta RAPBN 2027 yang dikutip di Jakarta, Selasa (18/8/2026).

Baca Juga: Prabowo Tak Singgung IKN saat Pidato RAPBN 2027, Basuki Buka Suara

Dalam RAPBN 2027, subsidi energi mencakup subsidi Jenis BBM Tertentu, LPG tabung 3 kilogram, dan listrik. Sementara itu, dari total belanja subsidi Rp387,9 triliun, subsidi nonenergi dialokasikan sebesar Rp114,9 triliun.

Selain asumsi ICP dan nilai tukar rupiah, besaran subsidi energi juga dipengaruhi volume penyaluran BBM tertentu dan LPG 3 kilogram, harga acuan produk BBM Mean of Platts Singapore (MOPS), harga produk LPG Contract Price Aramco (CP Aramco), serta pembayaran kekurangan subsidi tahun sebelumnya. Pemerintah menetapkan asumsi ICP 2027 sebesar USD75 per barel, dengan target lifting minyak 610 ribu barel per hari dan lifting gas 954 ribu barel setara minyak per hari.

Pemerintah menyatakan kebijakan subsidi energi diarahkan untuk menjaga stabilitas harga sekaligus melindungi daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global. Namun, pemerintah juga mewaspadai volatilitas harga minyak mentah, batu bara, CPO, dan komoditas strategis lainnya yang dapat memengaruhi kondisi fiskal. Perubahan harga minyak mentah, misalnya, dapat meningkatkan penerimaan negara dari sektor migas, tetapi sekaligus berpotensi meningkatkan kebutuhan anggaran subsidi dan kompensasi energi. Karena itu, pemerintah menekankan pentingnya pengelolaan subsidi secara tepat sasaran guna menjaga ketahanan fiskal.

Baca Juga: Rincian Asumsi Makro RAPBN 2027! Rupiah Dipatok Rp17.500/USD, Prabowo Target Ekonomi RI Tumbuh 6%

Secara keseluruhan, belanja negara dalam RAPBN 2027 ditetapkan sebesar Rp4.097,2 triliun, sedangkan pendapatan negara ditargetkan mencapai Rp3.426,0 triliun. Dengan postur tersebut, pemerintah memproyeksikan defisit anggaran sebesar Rp671,2 triliun atau 2,40% terhadap produk domestik bruto (PDB), dengan kebijakan fiskal diarahkan tetap prudent melalui penguatan pendapatan, peningkatan kualitas belanja, efisiensi pengelolaan kas, serta pengelolaan utang secara hati-hati.

(nng)

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |