Rela PHK Pekerja Manusia, Ini Alasan Perusahaan Jatuh Cinta ke Robot AI

2 hours ago 1

Rabu, 25 Februari 2026 - 10:30 WIB

Jakarta, VIVA – Badai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) masih terus menghantui pekerja seiring perusahaan-perusahaan global semakin agresif mengadopsi robot dan agen kecerdasan buatan (AI) memangkas tenaga kerja manusia. Tak hanya sekadar menyesuaikan perkembangan teknologi, pelaku industri ungkap keunggulan robot AI dibandinhkan pekerja manusia.

Data dari firma konsultan Challenger, Gray & Christmas menunjukkan bahwa AI berkontribusi terhadap hampir 55.000 PHK massal di Amerika Serikat (AS) sepanjang 2025. Raksasa teknologi dan korporasi multinasional seperti Amazon, Salesforce, Accenture, Heineken, dan Lufthansa dilaporkan telah memangkas ribuan pekerjaan, sebagian karena otomatisasi berbasis AI.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Adopsi AI bukan lagi sekadar rencana. Banyak perusahaan global telah menjadikannya bagian dari strategi bisnis. 

Loran Work Trend Index dari Microsoft menunjukkan sebanyak 80 persen pemimpin perusahaan berencana mengintegrasikan agen AI secara luas dalam strategi operasional mereka dalam 12 hingga 18 bulan ke depan. Agen AI merupakan perangkat lunak yang mampu mengambil keputusan dan menyelesaikan tugas secara mandiri, tanpa banyak intervensi manusia.

Mantan eksekutif Citi, Rob Garlick, mengungkapkan robot AI akan mengubah pasar tenaga kerja secara fundamental. Bahkan dalam beberapa dekade mendatang., jumlah pekerja robot akan melampaui manusia semata-mata untuk mengejar keuntungan.

Ilustrasi Robot AI

Photo :

  • CNBC Internasional

Garlick menuturkan, robot menawarkan pengembalian investasi yang sangat cepat. Berdasarkan riset Citi, robot senilai US$15.000 dapat mencapai titik impas hanya dalam 3,8 minggu jika menggantikan pekerja dengan upah US$41 per jam. 

Untuk pekerja manusia dengan upah minimum US$7,25 per jam, robot bisa mengembalikan modal dalam 21,6 minggu. Bahkan, robot dengan harga US$35.000  hanya membutuhkan 8,9 minggu untuk mencapai titik impas pada pekerjaan dengan upah tinggi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Anda sudah bisa membeli robot humanoid hari ini, yang memiliki periode balik modal kurang dari 10 minggu dibanding pekerja manusia. Manusia tidak bisa bersaing dengan basis ini,” ujar Garlick dikutip dari CNBC Internasional pada Rabu, 25 Februari 2026. 

Efisiensi dan kecepatan menghasilkan cuan inilah yang membuat perusahaan semakin tertarik menggantikan tenaga manusia dengan mesin. Robot tidak membutuhkan cuti, tidak mengalami kelelahan, dan dapat bekerja hampir tanpa henti.

Halaman Selanjutnya

Citi memproyeksikan jumlah robot AI akan melonjak drastis dalam beberapa dekade ke depan. Pada tahun 2035, jumlah robot diperkirakan mencapai 1,3 miliar unit secara global. Angka tersebut bahkan diprediksi melampaui 4 miliar unit pada 2050.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |