Respons BEM Unpad soal Dugaan Chat Mesum Guru Besar ke Mahasiswi: Tidak Ada Toleransi!

2 weeks ago 6

Kamis, 16 April 2026 - 11:35 WIB

VIVA – Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Padjadjaran (BEM Kema Unpad) bersama BEM Kema Fakultas Keperawatan (FKep) Unpad menyampaikan pernyataan resmi terkait beredarnya informasi di media sosial X (Twitter) mengenai dugaan cha tidak pantas antara dosen dan mahasiswi di lingkungan kampus.

“Kami telah mengetahui adanya laporan yang beredar di media sosial X (Twitter) terkait dugaan kekerasan seksual yang melibatkan Prof. H. Iyus Yosep,” demikian pernyataan BEM Unpad melalui Instagram Story Rabu 15 April 2026. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

BEM juga menyampaikan keprihatinan mendalam serta empati terhadap korban yang terdampak. Mereka menegaskan bahwa tidak ada toleransi terhadap kekerasan seksual di lingkungan kampus.

“Kami menegaskan bahwa tidak ada bentuk kekerasan seksual yang dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun, dan tindakan tersebut tidak memiliki tempat dalam lingkungan kampus,” lanjut pernyataan tersebut.

Lebih lanjut, BEM menyatakan keberpihakan kepada korban serta mendukung penuh upaya perlindungan dan pemulihan.

“Kami menyatakan keberpihakan pada korban serta mendukung penuh seluruh upaya perlindungan, pendampingan, dan pemulihan korban,” tulis BEM.

BEM juga menyoroti pentingnya sikap tegas terhadap segala bentuk pembiaran kekerasan seksual di lingkungan akademik.

“Tidak ada toleransi bagi institusi, organisasi, atau individu yang memilih diam, melindungi pelaku, atau menempatkan nama baik di atas keselamatan korban,” tegas mereka.

Selain itu, BEM mengimbau seluruh sivitas akademika untuk tidak menyebarkan identitas korban maupun informasi yang belum terverifikasi, serta menghindari victim blaming.

“Kami menekankan pentingnya bagi pihak dekanat untuk segera mengambil langkah-langkah preventif guna menciptakan ruang aman yang inklusif,” ujar BEM.

Sebagai informasi, dugaan kasus ini mencuat setelah unggahan viral di media sosial memperlihatkan tangkapan layar percakapan yang diduga melibatkan seorang guru besar dengan mahasiswi asing peserta program pertukaran pelajar di Unpad. Dalam salah satu pesan yang beredar, terduga pelaku meminta korban mengirimkan foto pribadi dengan konteks tidak pantas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“I need your photo, when swim in the Phuket beach, wearing bikini,” demikian bunyi pesan yang beredar.

Permintaan tersebut ditolak oleh korban. Namun, komunikasi disebut berlanjut, termasuk pesan lain yang dinilai tidak profesional.

Halaman Selanjutnya

“Yes, please drink more brandy and then swim… all academic stressful task would go out,” tulis pesan lain yang turut beredar.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |