Pati, VIVA – Kasus dugaan pelecehan seksual yang terjadi di sebuah pondok pesantren di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, terus menuai perhatian publik. Setelah ramai diperbincangkan di media sosial, sejumlah tokoh ikut memberikan tanggapan, termasuk pendakwah muda Ustaz Syam yang mengaku geram dengan tindakan pelaku.
Sorotan publik terhadap kasus ini semakin besar setelah salah satu korban hadir dalam podcast milik Denny Sumargo dan menceritakan pengalaman pahit yang dialaminya. Dalam perbincangan tersebut, korban mengungkap dugaan tindakan asusila yang dilakukan pendiri sekaligus pengasuh pondok pesantren berinisial AS atau Ashari terhadap para santriwati.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurut keterangan yang disampaikan pihak kuasa hukum korban, pelaku diduga menggunakan dalih agama untuk melancarkan aksi cabulnya. Salah satu pengakuan yang paling menyita perhatian publik adalah ketika korban diminta melakukan tindakan tidak senonoh dengan alasan agar mendapat pengakuan dari nabi, umat, hingga guru spiritual.
"Keinginannya itu memasukkan alat kelaminnya di mulut untuk disuruh ditelan, agar diakui oleh nabi, umat, dan gurunya," ujar Ali Yusron, kuasa hukum korban, dikutip Jumat 8 Mei 2026.
Dari hasil pendampingan terhadap para korban, disebutkan bahwa jumlah santriwati yang diduga menjadi korban pelecehan seksual mencapai sekitar 50 orang. Fakta itu pun memancing kemarahan masyarakat, termasuk dari kalangan tokoh agama.
Melalui akun media sosial Threads miliknya, Ustaz Syam memberikan respons keras terhadap kasus tersebut. Ia menilai tindakan pelaku sudah sangat menyimpang, terlebih karena membawa-bawa ajaran agama untuk membenarkan perilaku bejatnya.
"Habis nonton podcast densu, denger kronologi kasus 50 santri. Emang ngawur kalo ada kiai, lalu santrinya (lawan jenis), disuruh pijitin. Ga belajar tentang mahram apa gmn si," kata Ustaz Syam unggahan akun Threads miliknya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Komentar itu langsung mendapat banyak respons dari netizen. Tidak sedikit yang setuju dengan pernyataan sang ustaz dan berharap kasus tersebut diusut hingga tuntas agar para korban mendapatkan keadilan.
Sementara itu, aparat kepolisian kini telah mengamankan tersangka AS setelah sebelumnya sempat melarikan diri. Pengasuh Pondok Pesantren Ndolo Kusu di Kabupaten Pati tersebut ditangkap pada Kamis pagi, 7 Mei 2026, di wilayah Purwantoro, Wonogiri, Jawa Tengah.
Halaman Selanjutnya
Penangkapan Ashari menjadi sorotan luas lantaran ia sempat mangkir dari panggilan pemeriksaan polisi sejak kasus dugaan pencabulan terhadap santriwati mencuat ke publik pada akhir bulan lalu. Tim Satreskrim Polresta Pati disebut melakukan pelacakan intensif sebelum akhirnya berhasil menemukan lokasi persembunyian tersangka.

5 days ago
8











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364675/original/098242200_1759123308-padel_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555113/original/019639800_1776143107-Mahasiswa_UI_diduga_lakukan_pelecehan_seksual__2_.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556554/original/020780300_1776253850-BPJS_Kesehatan.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5030100/original/095728600_1732950329-ciri-ciri-urine-penderita-diabetes.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3301494/original/038090600_1605800346-Tips.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457086/original/001907200_1766985704-mohammad-o-siddiqui-uXIx0Ss3b-c-unsplash.jpg)