Minggu, 7 Juni 2026 - 14:00 WIB
VIVA –Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi merespon keinginan Donald Trump untuk bertemu Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei. Dalam wawancaranya dengan media Lebanon, Menlu Iran ini menilai pertemuan diantara kedua pemimpin negara tersebut tidak realistis.
"Saya melihat laporan yang menyebut bahwa dia (Trump) mengatakan siap untuk bertemu atau ingin mengadakan pertemuan. Saya pikir kita harus realistis, berpikir dan hidup di dunia nyata," tegas Araghchi kepada stasiun televisi Al Mayadeen dikutip dari laman NDTV, Minggu 7 Mei 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam wawancara tersebut, Araghchi juga sempat menyinggung terkait dengan serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari lalu yang menyebabkan pemimpin Iran Ayatollah Ali Khamenei. Diceritakannya, bahwa saat serangan itu terjadi, dirinya berada di kantor sang pemimpin. Namun, ia berada di bagian lain gedung sehingga tidak mengalami luka.
Serangan itu kemudian memicu respons Iran berupa serangan rudal dan drone yang ditujukan ke Israel serta sekutu-sekutu Amerika Serikat di kawasan Teluk.
Araghchi juga menegaskan bahwa pemimpin tertinggi yang baru memiliki peran yang sangat aktif dalam pemerintahan.
"Beliau hadir secara penuh dan efektif dalam urusan negara serta memiliki kendali penuh," ujarnya.
Menurut Araghchi, minimnya kemunculan Mojtaba Khamenei di hadapan publik sejak menjabat bukan karena alasan politik, melainkan pertimbangan keamanan di tengah konflik yang masih berlangsung. Perang tersebut sendiri saat ini berada dalam masa jeda setelah gencatan senjata rapuh diberlakukan sejak 8 April.
Sementara itu, berbagai perundingan, baik yang dimediasi pihak ketiga maupun yang dilakukan secara langsung antara Iran dan Amerika Serikat, sejauh ini belum berhasil menghasilkan penyelesaian permanen atas konflik yang berlangsung.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sebagai mana diketahui, dalam wawancaranya dengan New York Post Rabu 6 Juni kemarin, Donald Trump menyatakan dia ingin bertemu dengan pemimpin Iran.
"Ya, saya ingin bertemu dengannya,"kata dia seraya menambahkan bahwa pertemuan tersebut mungkin saja terjadi suatu saat nanti, tergantung pada perkembangan situasi.
Usai Negosiasi dengan AS, Tarif Produk Indonesia Diproyeksi Naik Jadi 18 Persen, Ini Penyebab dan Dampaknya
Pemerintah memproyeksikan tarif tambahan AS terhadap produk Indonesia mencapai 18 persen setelah proses negosiasi dan investigasi dagang Section 301 selesai.
VIVA.co.id
6 Juni 2026

1 week ago
9














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6284541/original/079194300_1779159392-unnamed__42_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575090/original/094355400_1778037587-cropped-6b94bc59-8fb4-4b76-874b-71a6a7262057.jpg)