Jumat, 8 Mei 2026 - 15:50 WIB
VIVA – Parade peringatan Hari Kemenangan Perang Dunia II tahunan yang digelar di Moskow 8-9 Mei 2026, dipastikan berlangsung dalam skala yang jauh lebih kecil dari biasanya. Perayaan tahunan yang selama ini menjadi ajang unjuk kekuatan militer Rusia untuk memperingati kemenangan atas Nazi Jerman digelar tanpa kehadiran kendaraan militer - yang pertama kalinya dalam hampir dua dekade.
Tidak ada tank-tank dan rudal yang dipamerkan pada parade tahunan kali ini. Kondisi ini memunculkan pertanyaan tentang tekanan yang dihadapi industri pertahanan Rusia, di tengah ujian berat di medan perang melawan Ukraina, dan meningkatnya kekhawatiran keamanan di ibu kota.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sebagian analis menilai langkah tersebut berkaitan dengan upaya Kremlin mengurangi risiko gangguan dari Ukraina. Awal pekan ini, setelah sebuah drone menghantam gedung tinggi di dekat Kremlin, Moskow secara sepihak mengumumkan gencatan senjata dua hari selama akhir pekan.
"Prospek Ukraina menyerang parade 9 Mei, yang merupakan kunci bagi proyeksi kekuatan domestik dan propaganda Rusia, tidak terpikirkan oleh Putin," kata Juraj Macjin, analis kebijakan di Pusat Kebijakan Eropa.
Di sisi lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan kepada para pemimpin Eropa di Armenia bahwa Rusia "tidak mampu membeli peralatan militer — dan mereka khawatir drone mungkin akan terbang di atas Lapangan Merah,"
Kiev mengusulkan gencatan senjata terpisah mulai 6 Mei yang tidak terkait dengan perayaan militer. Namun sejak tanggal tersebut, Rusia tetap melancarkan serangan yang menewaskan sedikitnya 13 orang hanya dalam satu hari. Zelensky kemudian menyatakan di media sosial bahwa Kiev akan merespons dengan "sanksi jarak jauh," merujuk pada serangan jarak jauh Ukraina jauh di dalam wilayah Rusia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Tekanan terhadap Moskow juga terlihat di garis depan. Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noël Barrot menyebut pasukan Rusia mundur sejauh 120 kilometer di Ukraina bulan lalu—yang pertama kali terjadi dalam tiga tahun terakhir.
Di tengah situasi tersebut, kemampuan produksi militer Rusia turut menjadi sorotan. Laporan Dinas Intelijen Luar Negeri Estonia pada Februari mencatat industri pertahanan Rusia memang meningkatkan produksi secara signifikan sepanjang perang yang kini memasuki tahun kelima.
Halaman Selanjutnya
Pada 2025, produksi amunisi artileri Rusia disebut mencapai sekitar 7 juta peluru, mortir, dan roket, naik drastis dari sekitar satu juta pada 2022. Lonjakan ini terjadi setelah Rusia menghabiskan sebagian besar stok amunisi strategisnya dalam dua tahun pertama perang, yang sebelumnya diperkirakan berjumlah sekitar 20 juta butir sebelum invasi.

5 days ago
4











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364675/original/098242200_1759123308-padel_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555113/original/019639800_1776143107-Mahasiswa_UI_diduga_lakukan_pelecehan_seksual__2_.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556554/original/020780300_1776253850-BPJS_Kesehatan.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5030100/original/095728600_1732950329-ciri-ciri-urine-penderita-diabetes.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3301494/original/038090600_1605800346-Tips.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457086/original/001907200_1766985704-mohammad-o-siddiqui-uXIx0Ss3b-c-unsplash.jpg)