Sains di Balik BPA, Senyawa Kimia yang Kerap Jadi Perdebatan

4 hours ago 1

Selasa, 26 Mei 2026 - 21:00 WIB

Jakarta, VIVA – Bisphenol A atau BPA menjadi salah satu senyawa kimia yang cukup sering dibahas dalam penelitian terkait kesehatan dan paparan lingkungan. Zat ini banyak digunakan dalam produksi plastik polikarbonat dan resin epoksi yang selama bertahun-tahun dimanfaatkan pada berbagai kebutuhan industri.

Dalam dunia ilmiah, BPA menjadi perhatian karena masuk dalam kelompok endocrine disrupting chemical atau zat kimia yang dapat memengaruhi sistem hormon tubuh. Sejumlah penelitian terus dilakukan untuk memahami bagaimana paparan zat tersebut dapat berinteraksi dengan proses biologis manusia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pakar obstetri dan ginekologi Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, MD, Sp.OG, menyoroti pentingnya memperhatikan paparan zat pengganggu hormon sejak sebelum masa kehamilan. Menurutnya, persiapan kehamilan menjadi bagian penting dalam membangun kesehatan generasi berikutnya. Ia menilai perhatian terhadap faktor lingkungan perlu dilakukan sejak awal.

“Perencanaan kehamilan itu harus direncanakan. Gak zamannya lagi hamil itu kebetulan, harus direncanakan,” ujarnya, dikutip Selasa 26 Mei 2026.

Budi menjelaskan bahwa fase awal kehamilan menjadi salah satu periode yang mendapat perhatian dalam kajian kesehatan reproduksi. Pada masa tersebut, paparan zat yang dapat memengaruhi keseimbangan hormon dinilai perlu diperhatikan.

“Ketika ibu hamil dalam tiga bulan pertama, itu tidak boleh dia terekspos dengan itu,” katanya.

Di Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menetapkan batas migrasi BPA dalam kemasan pangan. Ketentuan tersebut dibuat sebagai bagian dari pengawasan keamanan produk yang digunakan masyarakat.

Selain BPA, para peneliti juga terus mempelajari berbagai kelompok endocrine disrupting chemical lain yang banyak ditemukan di lingkungan sekitar. Kajian ilmiah terkait zat kimia ini berkembang seiring meningkatnya perhatian terhadap hubungan antara faktor lingkungan dan sistem biologis manusia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Budi mengatakan perhatian terhadap faktor lingkungan sebaiknya dimulai lebih awal. Menurut dia, kesiapan sebelum masa kehamilan menjadi salah satu bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam upaya menjaga kesehatan jangka panjang.

“Seribu hari pertama kehidupan saya kurang setuju, harusnya mulai seratus hari sebelum hamil itu sudah disiapkan, termasuk BPA, termasuk endocrine disrupting chemical lainnya,” tuturnya.

Ilustrasi BPA.

Mengenal BPA, Zat Kimia di Kemasan Plastik yang Jadi Sorotan Pakar Kesehatan

Mulai dari wadah makanan, botol minuman, hingga berbagai produk kebutuhan rumah tangga, material berbahan plastik dipilih karena praktis dan mudah digunakan.

img_title

VIVA.co.id

25 Mei 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |