Sarwendah Bikin Surat Terbuka untuk Minola, Bantah Doktrin Anak-anak

3 days ago 6

Rabu, 16 September 2026 - 19:18 WIB

VIVA – Sarwendah akhirnya buka suara setelah namanya disebut-sebut mendoktrin dan memengaruhi anak-anak dalam persoalan hak asuh yang masih bergulir. Melalui sebuah video, Sarwendah menyampaikan pesan terbuka kepada kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang.

Ia mengaku selama ini sengaja memilih diam. Namun, menurut Sarwendah, sikap tersebut justru membuat muncul berbagai narasi yang menurutnya tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saya bikin video ini karena saya pikir diam adalah pilihan yang terbaik. Tapi, diam saya malah dipakai untuk membuat narasi-narasi yang tidak benar,” ujar Sarwendah yang dikutip dari Instagram @sarwendah29 pada Rabu, 16 September 2026. 

Sarwendah Bantah Larang Ruben Bertemu Anak

Salah satu persoalan yang disoroti Sarwendah adalah mengenai pertemuan Ruben dengan anak-anak mereka. Ia membantah pernah melarang Ruben untuk bertemu dengan anak-anak.

Menurut Sarwendah, dirinya justru meminta agar setiap rencana pertemuan dikomunikasikan terlebih dahulu sehingga ia dapat membawa anak-anak menemui ayahnya.

“Dari awal, saya sudah bilang, saya tidak pernah melarang untuk ketemu anak-anak. Kasih tahu sama saya, koordinasi sama saya. Di mana, jam berapa, saya bawa anak-anak buat ketemu ayahnya,” ujarnya lagi.

Sarwendah kemudian menanggapi tudingan bahwa dirinya mendoktrin atau memengaruhi anak-anak. Ia bahkan meminta pihak terkait melibatkan psikolog untuk mengetahui secara langsung kondisi dan pandangan anak-anak.

“Tapi, saya malah dinarasikan mendoktrin dan mempengaruhi anak-anak. Silahkan, kalian tunjuk sendiri psikolog yang berkompeten buat langsung ketemu anak-anak, ngobrol sama anak-anak. Biar kalian juga tahu, apakah saya pernah mempengaruhi anak-anak atau tidak,” kata Sarwendah.

Minta Jangan Bangun Narasi Tanpa Konteks

Sarwendah juga menyinggung sejumlah pernyataan yang menurutnya muncul setelah potongan video atau persoalan tertentu dibahas di publik.

Ia mencontohkan video ketika dirinya terlihat marah. Menurut Sarwendah, potongan tersebut tidak memperlihatkan konteks secara utuh.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Dan jangan setiap satu narasi dipertanyakan, muncul narasi baru. Anda pernah menunjukkan video saya marah, potongannya ditunjukkan. Tapi, konteksnya tidak,” jelas Sarwendah.

Ia mengatakan telah memberikan bukti dan penjelasan mengenai konteks tersebut. Namun, menurutnya, persepsi yang sudah terbentuk di masyarakat tidak kemudian diluruskan.

Halaman Selanjutnya

Sarwendah Singgung Tes Kesehatan

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |