Sebelum Era QRIS dan Mobile Banking, Begini 'Ribetnya' Transfer Uang dan Transaksi Zaman Dulu

5 days ago 6

Sabtu, 9 Mei 2026 - 00:05 WIB

Jakarta, VIVA – Perkembangan teknologi digital membuat aktivitas keuangan menjadi jauh lebih mudah dibandingkan beberapa dekade lalu. Saat ini, masyarakat bisa mentransfer uang, membayar tagihan, hingga berbelanja hanya lewat ponsel dan dalam hitungan detik menggunakan mobile banking atau dompet digital.

Namun sebelum layanan mobile banking hadir seperti sekarang, proses transaksi keuangan ternyata jauh lebih rumit dan memakan waktu. Banyak orang harus datang langsung ke bank, mengisi formulir manual, bahkan mengantre panjang hanya untuk mengirim uang atau mengecek saldo rekening.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di Indonesia maupun berbagai negara lain, sistem transaksi keuangan mengalami perubahan besar dari era manual menuju digital. Kehadiran ATM sempat dianggap sebagai revolusi modern sebelum akhirnya tergeser oleh internet banking dan mobile banking yang lebih praktis.

Lalu, bagaimana sebenarnya cara masyarakat zaman dulu melakukan transfer uang dan transaksi sebelum ada mobile banking? Berikut penjelasannya, sebagaimana dirangkum dari berbagai sumber, Sabtu, 9 Mei 2026.

Cara Masyarakat Zaman Dulu Transfer Uang Sebelum Ada M Banking

1. Datang Langsung ke Teller Bank

Sebelum ada layanan transfer digital, cara paling umum untuk mengirim uang adalah datang langsung ke kantor bank. Nasabah harus mengisi formulir transfer secara manual, menuliskan nomor rekening tujuan, nominal uang, hingga identitas pengirim.

Setelah itu, teller bank akan memproses transaksi tersebut. Jika transfer dilakukan antarbank, prosesnya sering kali membutuhkan waktu lebih lama dibanding sekarang. Bahkan pada masa itu, transfer antarwilayah bisa memakan waktu satu hingga beberapa hari kerja. Karena seluruh proses dilakukan manual, antrean di bank menjadi pemandangan yang sangat biasa pada era 1980 sampai awal 2000-an.

2. Menggunakan Cek

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Cek menjadi salah satu alat pembayaran populer sebelum transaksi digital berkembang pesat. Cek merupakan surat perintah tertulis dari pemilik rekening kepada bank untuk membayar sejumlah uang kepada penerima. 

Pengguna cek cukup menuliskan nominal uang dan nama penerima, lalu menyerahkannya untuk dicairkan di bank. Sistem ini banyak digunakan dalam transaksi bisnis maupun pembayaran bernilai besar. Di sejumlah negara maju, penggunaan cek sempat sangat dominan sebelum perlahan ditinggalkan karena dianggap kurang praktis dan rawan pemalsuan.

Halaman Selanjutnya

3. Memakai Bilyet Giro

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |