Selain Israel, Rusia Kini Masuk Daftar Hitam PBB Terkait Kekerasan Seksual Saat Konflik Perang

2 weeks ago 4

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:12 WIB

VIVA –Laporan tahunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang kekerasan seksual dalam konflik di berbagai negara. Dalam laporan tersebut sebanyak 77 pihak pemerintah maupun non pemerintah dari sekitar 12 negara masuk daftar hitam karena diduga terlibat atau bertanggung jawab atas kekerasan seksual dalam konflik di berbagai belahan dunia.

Dari laporan tersebut, pasukan militer Israel dan Rusia masuk daftar hitam PBB tahun ini terkait dugaan kekerasan seksual terhadap tawanan perang dan warga sipil.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melansir laman AP News, Jumat 29 Mei 2026, daftar tahun 2025 itu mencakup pasukan militer dan keamanan Israel serta kelompok Hamas yang sebelumnya sudah masuk ke daftar hitam usai serangan mereka ke Israel pada 7 Oktober 2023 yang memicu perang di Gaza. Sementara itu, Rusia untuk pertama kalinya masuk dalam dafar hitam PBB tahun ini terkait dugaan kekerasan seksual terhadap tawanan perang dan warga sipil yang ditahan selama perang di Ukraina.

Daftar tahun 2025 itu mencakup pasukan militer dan aparat keamanan Israel, serta kelompok Hamas yang sebelumnya sudah dimasukkan ke daftar hitam usai serangan mereka ke Israel pada 7 Oktober 2023 yang memicu perang di Gaza. Dalam laporan tahun lalu, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres sebenarnya sudah memperingatkan Israel dan Rusia bahwa keduanya bisa dimasukkan ke dalam daftar tersebut.

Duta Besar Rusia dan Israel untuk PBB pun langsung menyampaikan kemarahan mereka atas keputusan itu dan melontarkan kritik keras kepada Guterres.

“Kami akan mengirim surat kepada Sekretaris Jenderal bahwa ini adalah kebohongan tanpa dasar dan tuduhan yang terus-menerus menggambarkan Rusia sebagai pihak jahat,” kata Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia.

Ia juga mengatakan Rusia tengah menyusun laporan mengenai perlakuan Ukraina terhadap tawanan perang asal Rusia.

Sementara itu, Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, menyatakan kekecewaannya lewat media sosial.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kami sudah muak dengan Sekretaris Jenderal PBB ini. Guterres menempatkan Israel dalam daftar hitam yang sama dengan Hamas, ISIS, dan organisasi teroris paling kejam di dunia,” tulis Danon.

Danon menegaskan Israel sebenarnya telah menyerahkan dokumen, data, dan jawaban rinci terkait berbagai tuduhan yang dimuat dalam laporan tersebut.

Halaman Selanjutnya

Dalam laporannya, PBB menyebut pihaknya berhasil mendokumentasikan pola kekerasan seksual terhadap warga Palestina yang ditahan di Israel maupun wilayah Palestina yang diduduki.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |