Selat Hormuz Masih Bergejolak, RI Ambil Pasokan Minyak dari Afrika dan Venezuela

1 day ago 8

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:19 WIB

Jakarta, VIVA – Wakil Menteri Luar Negeri RI Arif Havas Oegroseno mengatakan pemerintah kini mengambil pasokan minyak dari negara-negara Afrika di tengah masih bergejolaknya situasi di Timur Tengah.

Konflik tersebut membuat sejumlah kapal tak bisa melewati Selat Hormuz, yang menjadi jalur pelayaran utama kapal-kapal pengangkut energi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Atas kondisi tersebut, Havas mengatakan Indonesia mengandalkan pasokan minyak dari kawasan yang tidak melewati jalur Selat Hormuz.

“Jadi kita banyak kerjasama sekarang dengan Aljazair, Nigeria, Angola, di Afrika. Jadi banyak pasokan minyak dari Afrika. Jadi, so far oke, so far so good,” ucap Havas dikutip Jumat 12 Juni 2026.

Untuk itu, dia mengatakan pasokan energi nasional sejauh ini masih dalam kondisi aman. Selain memanfaatkan cadangan minyak dari negara-negara Afrika, Indonesia juga mulai bekerja sama dengan Venezuela.

“Kita juga baru saja mendapatkan izin untuk melanjutkan operasi di Venezuela. Kita akan coba ke investasi di daerah-daerah sekitar Latin Amerika,” jelasnya.

Havas menambahkan pemerintah terus memantau kondisi konflik di Timur Tengah. Selain mengganggu jalur pasokan energi, dia menyebut ketegangan di Selat Hormuz juga berdampak terhadap industri lain, seperti plastik dan pupuk.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kita memonitor banyak aspek karena dari sisi bisnis spesifik, ya, yang banyak terdampak, kan, migas, terus plastik, lalu pupuk, ya. Ini berdampak global, ya,” kata dia.


tvOnenews/Syifa Aulia

Kapal Pertamina International Shipping.

Dua Kapal Pertamina Masih Tertahan di Selat Hormuz, Wamenlu: Asuransi Tidak Ada yang Mau Nanggung

Menurut Havas, salah satu penyebabnya lantaran perusahaan asuransi kapal menolak menanggung biaya jika kapal Pertamina tersebut melintasi Selat Hormuz.

img_title

VIVA.co.id

12 Juni 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |