VIVA – Harga Bitcoin melemah pada perdagangan Jumat, 8 Mei 2026, setelah ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran meningkat di kawasan Selat Hormuz. Konflik tersebut membuat investor mengurangi kepemilikan aset berisiko, termasuk mata uang kripto.
Melansir dari Investing, Bitcoin turun 1,7 persen ke level US$79.679,8 atau setara Rp1,35 miliar pada pukul 01.52 ET. Meski begitu, secara mingguan Bitcoin masih naik sekitar 1,3 persen dan berpotensi mencatat penguatan enam minggu berturut-turut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Penurunan harga Bitcoin terjadi setelah militer AS menyatakan telah melakukan serangan balasan terhadap Iran terkait serangan terhadap tiga kapal perang Amerika yang melintas di Selat Hormuz.
Sebelumnya, Iran menuduh AS melanggar gencatan senjata setelah menyerang kapal Iran dan wilayah sipil pekan ini. Konflik terbaru dipicu oleh operasi militer AS yang bertujuan memulihkan jalur perdagangan komersial di Selat Hormuz.
Presiden AS, Donald Trump, disebut sempat menghentikan operasi tersebut beberapa hari setelah dimulai. Iran sendiri menolak operasi itu dan disebut ingin memperkuat kontrol terhadap Selat Hormuz.
Selain sentimen geopolitik, Bitcoin juga tertekan setelah Strategy Inc menyatakan kemungkinan menjual sebagian kepemilikan Bitcoin untuk membayar dividen. Namun perusahaan belum menjelaskan waktu maupun jumlah penjualan yang akan dilakukan.
Di tengah tekanan tersebut, permintaan institusional dan perkembangan regulasi kripto di Amerika Serikat masih menjadi penopang harga Bitcoin dalam beberapa pekan terakhir.
Pada kuartal ini, pembelian institusional dan aksi beli saat harga turun turut membantu menjaga tren kenaikan Bitcoin. Di sisi lain, bursa kripto terbesar dunia, Binance, juga menghadapi sorotan dari Departemen Keuangan AS.
Menurut laporan The Information, pemerintah AS mengirim surat kepada Binance terkait dugaan pelanggaran sanksi terhadap Iran. Binance diminta menjalankan program pemantauan yang sebelumnya disepakati pada 2023 usai perusahaan mengaku bersalah atas pelanggaran sanksi dan aturan anti pencucian uang.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Surat tersebut berkaitan dengan laporan bahwa lebih dari US$1 miliar atau setara Rp17 triliun transaksi kripto mengalir melalui Binance menuju entitas terkait Iran sepanjang 2024 hingga 2025.
Akibat kabar itu, token BNB milik Binance turun 1,7 persen. Mayoritas altcoin juga bergerak melemah mengikuti Bitcoin. Ether turun 2,6 persen ke level US$2.275,58 atau sekitar Rp38,68 juta.
Halaman Selanjutnya
XRP turun 2,3 persen ke level US$1,3825 atau sekitar Rp23.502. Sementara Solana dan Cardano masing-masing turun 1,2 persen dan 2,2 persen. Di kelompok meme coin, Dogecoin turun 4,9 persen. Sementara token $TRUMP naik tipis 0,9 persen.

5 days ago
4











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364675/original/098242200_1759123308-padel_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555113/original/019639800_1776143107-Mahasiswa_UI_diduga_lakukan_pelecehan_seksual__2_.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556554/original/020780300_1776253850-BPJS_Kesehatan.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5030100/original/095728600_1732950329-ciri-ciri-urine-penderita-diabetes.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3301494/original/038090600_1605800346-Tips.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457086/original/001907200_1766985704-mohammad-o-siddiqui-uXIx0Ss3b-c-unsplash.jpg)