Seleksi Bos OJK Menguat di Tengah Gejolak Pasar Modal dan Tata Kelola Ary Zulfikar dan Danu Febrianto Soroti Ini

2 days ago 2

Rabu, 11 Maret 2026 - 19:00 WIB

Jakarta, VIVA –  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah berada dalam sorotan publik setelah serangkaian dinamika yang mengguncang pasar modal Indonesia pada awal tahun ini. Gelombang pengunduran diri sejumlah pimpinan lembaga serta jajaran direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) terjadi tidak lama setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) menurunkan rating terhadap beberapa emiten di pasar modal domestik.

Kondisi ini pun memunculkan dorongan kuat dari berbagai kalangan agar dilakukan pembenahan mendasar pada tata kelola pengawasan sektor keuangan, khususnya di pasar modal. Penguatan market conduct, peningkatan transparansi, serta konsistensi dalam penegakan hukum dinilai menjadi kunci untuk memulihkan dan menjaga kepercayaan publik serta investor.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sejalan dengan dinamika tersebut, Komisi XI DPR RI pada Rabu (11/3/2026) menggelar Fit and Proper Test terhadap sejumlah kandidat yang akan mengisi posisi strategis di OJK. Dalam proses uji kelayakan tersebut, anggota dewan secara intens menyoroti isu transparansi pasar dan efektivitas pengawasan terhadap praktik-praktik yang berpotensi merusak integritas pasar modal.

Penegakan hukum terhadap berbagai praktik ilegal di pasar modal, termasuk upaya-upaya manipulatif untuk meraih keuntungan secara tidak wajar, menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi pimpinan OJK ke depan.

Dalam proses seleksi tersebut, dua nama yang mendapat perhatian adalah Ary Zulfikar dan Danu Febrianto, yang dinilai memiliki pengalaman panjang di sektor keuangan.

Ary Zulfikar yang saat ini menjabat Direktur Eksekutif Hukum LPS hadir sebagai salah satu calon Dewan Komisioner OJK. Ary memulai pemaparannya dengan menjelaskan topik berjudul Prudential Supervision, Market Conduct dan Law Enforcement. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Investor dan konsumen pada dasarnya memperoleh informasi yang asimetris oleh karenanya perlu regulator dalam hal ini OJK harus berperan untuk menjaga keseimbangan dan stabilitas sistem keuangan. Oleh karenanya di dalam membuat regulasi yang kuat, OJK dituntut untuk adaptif responsif dan forward  looking,” ujar Ary, dikutip Rabu, 11 Maret 2026.

Di kesempatan yang sama, Danu Febrianto yang merupakan mantan Direktur Eksekutif Keuangan LPS memaparkan tiga strategi utama yakni strategi penguatan kelembagaan strategi penguatan kebijakan dan strategi penguatan koordinasi.

Halaman Selanjutnya

Ketika dicecar terkait dengan isu yang sedang terjadi di pasar modal saat ini, Danu menjelaskan bahwa transformasi yang dilakukan OJK dalam pengawasan pasar modal khususnya terkait free float sudah cukup baik, tinggal bagaimana kebijakan ini dilaksanakan secara konsisten.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |