Serangan Balasan Memanas, Hizbullah Andalkan Drone Sulit Terdeteksi ke Israel

2 weeks ago 8

Selasa, 14 April 2026 - 19:00 WIB

VIVA Hizbullah dilaporkan memiliki drone serangan baru yang sulit dideteksi. Drone ini dikerahkan bersamaan dengan gelombang serangan balasan terhadap posisi militer Israel dan permukiman di wilayah utara pada Senin, 13 April waktu setempat.

Kelompok perlawanan Lebanon tersebut menyatakan bahwa rangkaian serangan dilakukan sepanjang hari sebagai respons atas pelanggaran gencatan senjata serta serangan berulang ke desa dan kota di Lebanon selatan, terutama Tyre dan Nabatieh.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut jaringan al-Ahed Lebanon, operasi ini melibatkan kombinasi serangan rudal, tembakan artileri, serta pengerahan sekitar 40 drone tempur. Penyiar publik Israel, KAN, melaporkan bahwa salah satu drone yang dilengkapi sistem panduan optik tahan terhadap peperangan elektronik jatuh di permukiman Kiryat Shmona.

KAN juga menyebut hanya sebagian kecil drone yang berhasil dicegat, sementara sisanya mencapai sasaran dan menimbulkan kerusakan cukup besar. Disebutkan bahwa drone baru tersebut mampu menghindari deteksi, bermanuver di dalam bangunan, membawa hingga 5 kilogram bahan peledak, serta menempuh jarak puluhan kilometer. Penyiar tersebut menggambarkannya sebagai salah satu sistem udara paling canggih milik Hizbullah.

Laporan tersebut yang dikutip dari laman presstv.ir, menyebutkan serangan pertama dimulai pada dini hari Senin, ketika roket ditembakkan ke permukiman Kiryat Shmona dan kota Dovev. Seiring berjalannya pagi, serangan drone menargetkan kota Metula dan konsentrasi pasukan Israel di kota Shlomi.

Hizbullah menyatakan bahwa pada siang hari, mereka meningkatkan operasi dengan serangan udara terkoordinasi menggunakan drone bermuatan bahan peledak. Targetnya mencakup barak dan tempat tidur pasukan di berbagai lokasi, termasuk Yiftah, Beit Hillel, Kiryat Shmona, dan Margaliot.

Serangan lanjutan juga dilaporkan menyasar konsentrasi pasukan dan infrastruktur militer. Posisi di Misgav Am dan Kfar Giladi disebut terkena serangan, bersama barak di Avivim dan Liman, serta pangkalan Amiad di utara kota Tiberias.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada sore hari, sejumlah lokasi seperti Kiryat Shmona, Metula, Dovev, Shlomi, Nahariya, Hanita, dan Malkia dihantam serangan roket berulang.

Laporan tersebut juga menggambarkan serangan berkelanjutan terhadap konsentrasi kendaraan dan pasukan di wilayah seperti Ain Ebel, Bayada, Bint Jbeil, dan Rashaf di Lebanon selatan, menggunakan rudal dan artileri.

Halaman Selanjutnya

Hizbullah menyatakan bahwa pada malam harinya, mereka memperluas target ke pangkalan sensitif di bagian utara wilayah pendudukan. Target tersebut termasuk pangkalan pelatihan brigade pasukan lintas udara di Karmiel, markas Divisi Golani di Shraga utara Acre, serta pangkalan Tefen di timur Acre. Kelompok itu menyebut serangan dilakukan dengan drone dan “rudal khusus.”

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |