Sering Dilakukan di Akhir Ramadan, Ini Panduan Lengkap Iktikaf di Masjid

1 day ago 1

Rabu, 11 Maret 2026 - 23:00 WIB

VIVA – Iktikaf menjadi salah satu ibadah yang banyak dikerjakan umat Islam pada 10 hari terakhir bulan Ramadan dengan cara berdiam diri di masjid untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ibadah ini dilakukan dengan memperbanyak amalan seperti salat sunnah, membacaAlquran, zikir, hingga berdoa. Dalam ajaran Islam, iktikaf hukumnya sunnah, namun dapat berubah menjadi wajib apabila seseorang menazarkannya.

Dalil mengenai iktikaf salah satunya dijelaskan dalam Surah Al-Baqarah ayat 125, yang menyebutkan bahwa Baitullah dijadikan sebagai tempat berkumpul yang aman serta diperintahkan untuk disucikan bagi orang-orang yang melakukan tawaf, iktikaf, ruku, dan sujud.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menukil buku 125 Masalah Puasa karya M Anis Sumaji, hukum iktikaf pada dasarnya adalah sunnah. Meski demikian, ibadah ini dapat menjadi wajib jika seseorang bernazar untuk melakukannya dalam jangka waktu tertentu.

Niat Iktikaf di Masjid

Sebelum melaksanakan iktikaf, seorang muslim dianjurkan membaca niat. Dalam buku Kitab Tuntunan Lengkap Tata Cara Salat Wajib dan Sunah karya Ustaz Risky Aviv Nugroho, terdapat dua contoh niat iktikaf yang bisa dibaca.

1. Niat iktikaf secara umum

نَوَيْتُ الاِعْتِكَافَ فِي هذَا المَسْجِدِ لِلّهِ تَعَالَى

Nawaitul i’tikaafa fi haadzal masjidi lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Saya berniat iktikaf di masjid ini karena Allah SWT.”

2. Niat iktikaf karena nazar

نَوَيْتُ الاِعْتِكَافَ فِي هذَا المَسْجِدِ (...) فَرْضًا لِلّهِ تَعَالَى

Nawaitul i’tikaafa fii haadzal masjidi (…) fardhan lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Saya niat iktikaf di masjid ini (sejumlah hari yang dinazarkan) karena Allah SWT.”

Tata Cara Melaksanakan Iktikaf

Dalam buku Fikih karya Zainal Muttaqin, dijelaskan beberapa tata cara yang dapat dilakukan saat menjalankan iktikaf di masjid.

  • Membaca niat iktikaf.
  • Berdiam diri dan menetap di dalam masjid, meskipun hanya sebentar.
  • Memperbanyak zikir, doa, tafakur, dan membaca Al-Qur’an.
  • Menghindari perbuatan yang tidak bermanfaat.
  • Dianjurkan membaca doa berikut:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.”

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Waktu Pelaksanaan Iktikaf

Menurut buku Al I’tikafu Ahkamuhu wa Ahammiyatuhu fi Hayatil Muslim karya Ahmad Abdurrazaq Al Kubaisi, Rasulullah SAW diketahui sering melaksanakan iktikaf pada 10 hari terakhir Ramadan. Hal ini disebutkan dalam sebuah hadis:

Halaman Selanjutnya

“Rasulullah SAW dahulu menjalankan iktikaf pada 10 hari terakhir bulan Ramadan.” (HR Bukhari, Muslim, dan Ashabus Sunan).

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |