Sering Disalahpahami, Charger Daya Besar Tak Otomatis Percepat Isi Baterai Mobil Listrik

1 day ago 1

Kamis, 12 Maret 2026 - 12:02 WIB

Jakarta, VIVA - Banyak pengguna kendaraan listrik beranggapan bahwa semakin besar daya charger yang digunakan, maka proses pengisian baterai mobil akan berlangsung semakin cepat. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat. Pada praktiknya, kecepatan pengisian daya mobil listrik juga ditentukan oleh kemampuan kendaraan dalam menerima daya listrik.

Setiap mobil listrik memiliki batas penerimaan daya saat proses pengisian baterai berlangsung. Batas tersebut diatur oleh sistem yang disebut Battery Management System (BMS), yaitu teknologi yang bertugas mengelola kinerja baterai sekaligus menjaga keamanan selama proses pengisian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan adanya sistem ini, mobil listrik hanya akan menerima daya sesuai dengan kapasitas maksimum yang bisa ditangani baterainya. Artinya, meskipun kendaraan terhubung ke charger berdaya besar, laju pengisian tidak akan otomatis meningkat jika kapasitas penerimaan daya mobil sudah mencapai batasnya.

Seperti dikutip VIVA Otomotif dari PLN, Kamis 12 Maret 2026, sebagai gambaran sederhana, proses ini bisa dianalogikan seperti mengisi air ke dalam galon menggunakan keran. Walaupun keran memiliki aliran air yang sangat besar, jumlah air yang masuk tetap dibatasi oleh ukuran mulut galon. Jika kapasitasnya terbatas, air tidak bisa masuk lebih cepat dari batas tersebut.

Hal yang sama berlaku pada mobil listrik. Besarnya daya yang tersedia dari charger atau Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) tidak selalu menjadi penentu utama kecepatan pengisian baterai.

Di Indonesia, SPKLU umumnya menyediakan beberapa kategori pengisian daya. Kategori pertama adalah standard charging dengan daya di bawah 7 kilowatt (kW). Jenis ini biasanya digunakan untuk pengisian dalam waktu lama, misalnya di rumah atau saat kendaraan diparkir dalam waktu cukup lama.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kategori berikutnya adalah medium charging dengan daya antara 7 kW hingga 22 kW. Pengisian pada level ini relatif lebih cepat dibandingkan pengisian standar dan banyak ditemukan di area komersial seperti pusat perbelanjaan atau perkantoran.

Selanjutnya terdapat fast charging dengan daya berkisar antara 22 kW hingga 50 kW. Fasilitas ini biasanya tersedia di SPKLU yang berada di jalur perjalanan atau rest area untuk mendukung mobilitas pengguna kendaraan listrik.

Halaman Selanjutnya

Sementara itu, kategori tertinggi adalah ultra fast charging yang memiliki daya lebih dari 50 kW. Teknologi ini dirancang untuk mempercepat proses pengisian baterai dalam waktu yang lebih singkat, khususnya untuk kendaraan listrik yang memang mendukung pengisian daya besar.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |