Siap-siap! Tarif Transjabodetabek Bakal Naik

4 hours ago 2

Sabtu, 6 Juni 2026 - 20:30 WIB

Jakarta, VIVA – Pemprov DKI Jakarta melalui Kepala Dinas Pehubungan (Dishub), Budi Awaludin mengatakan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah menanggapi rencana penyesuaian tarif layanan Transjabodetabek.

Dia mengaku, pihaknya akan melakukan beberapa cara untuk tetap menarik minat masyarakat, khususnya warga daerah penyangga agar beralih menggunakan transportasi umum.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satunya yakni dengan melakukan sosialisasi yang komprehensif terhadap urgensi penyesuaian tarif kepada masyarakat, dengan melibatkan unsur pemangku kepentingan. Selain itu, pihaknya juga akan memperluas skema tarif integrasi.

“Seperti tarif maksimum Rp10.000 dalam 3 jam yang diakses melalui aplikasi JakLingko agar mencakup seluruh rute Transjabodetabek,” kata Budi dikutip dari Antara, Sabtu, 6 Juni 2026.

Ilustrasi Bus TransJakarta

Photo :

  • ANTARA/Lia Wanadriani Santosa

Dia menyebut, tarif integrasi Rp 10 ribu merupakan skema biaya maksimum yang dikenakan, saat masyarakat menggunakan lebih dari satu moda transportasi umum. Misalnya seperti kombinasi Transjakarta, MRT, dan LRT, dalam satu perjalanan berkelanjutan.

Namun, Budi menilai skema tersebut hanya dapat dimanfaatkan oleh pengguna melalui Aplikasi Jaklingko. Selain itu, Dishub DKI berupaya melakukan peningkatan layanan, antara lain dengan kepastian jadwal keberangkatan yang akurat guna memangkas waktu tempuh.

Kemudian, Dishub DKI juga memperhatikan kemudahan akses lanjutan (first dan last mile) dengan memperbaiki fasilitas pendukung di titik transit.

“Termasuk integrasi fisik yang aman dengan halte atau stasiun serta menyediakan rute pengumpan agar penumpang mudah mencapai titik akhir tujuan,” ujar Budi.

Di sisi lain, dia mengungkapkan besaran subsidi Transjabodetabek pada 2026 mencapai Rp 401.087.058.387. “Untuk subsidi per pelanggan, rata-rata Rp12.258,” kata Budi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski demikian, menurut dia, tidak terdapat kendala besar dalam pengembangan Transjabodetabek.

"Namun, masih diperlukan koordinasi lebih lanjut dalam hal penyediaan sarana prasarana dan operasional, seperti pembangunan halte hingga terkait subsidi," ujarnya. (Ant).

Usai Negosiasi dengan AS, Tarif Produk Indonesia Diproyeksi Naik Jadi 18 Persen, Ini Penyebab dan Dampaknya

Pemerintah memproyeksikan tarif tambahan AS terhadap produk Indonesia mencapai 18 persen setelah proses negosiasi dan investigasi dagang Section 301 selesai.

img_title

VIVA.co.id

6 Juni 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |