Sinopsis Film Yang lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan: Suguhkan Keresahan Para Gen Z di Keluarga

2 weeks ago 6

Kamis, 16 April 2026 - 11:04 WIB

Jakarta, VIVA – Industri perfilman Indonesia kembali menghadirkan kisah emosional melalui film drama keluarga berjudul Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan. Film produksi Rapi Films yang bekerja sama dengan Screenplay Films serta Vortera Studios ini resmi merilis trailer dan poster perdananya menjelang penayangan di bioskop pada 13 Mei 2026.

Disutradarai oleh Kuntz Agus dan ditulis oleh Alim Sudio, film ini mengangkat potret kehidupan generasi muda, khususnya Gen Z, yang kerap dihadapkan pada dilema antara ambisi pribadi dan tanggung jawab terhadap keluarga.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sinopsis Film Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan

Cerita berpusat pada Kesha, yang diperankan oleh Yasmin Napper, seorang mahasiswi tingkat akhir jurusan film yang tengah berjuang menyelesaikan studinya sekaligus merintis masa depan yang mandiri. 

Di tengah ambisinya, kehidupan Kesha berubah drastis ketika sang ibu, Yuke Yolanda (Lulu Tobing), mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan daya ingat yang semakin memburuk.

Kondisi tersebut memaksa Kesha menghadapi kenyataan pahit: sosok ibu yang selama ini menjadi pusat kehangatan keluarga perlahan kehilangan ingatan tentang orang-orang terdekatnya. Di titik inilah konflik batin Kesha memuncak—antara mengejar mimpi yang telah ia bangun atau tetap berada di sisi keluarga yang mulai rapuh.

Tak hanya berfokus pada Kesha, film ini juga menggambarkan dinamika dua saudara lainnya. Kenya (Sofia Shireen), anak tengah yang dikenal berprestasi, harus memikul ekspektasi tinggi di tengah situasi keluarga yang tidak stabil. 

Sementara Karlo (Jordan Omar), si bungsu, membutuhkan perhatian lebih karena kondisi kesehatannya. Ketiganya dipaksa untuk tumbuh lebih cepat dan menghadapi dilema besar ketika figur ibu yang menjadi pengikat keluarga mulai melupakan mereka satu per satu.

Bahas Keresahan Anak Muda

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penulis skenario Alim Sudio menegaskan bahwa cerita ini merepresentasikan kegelisahan generasi muda masa kini.

"Lewat karakter Kesha, kita melihat hubungan naik-turun dengan ayah, ibu, dan adik-adiknya. Pada akhirnya, ia sampai pada titik balik, menyadari bahwa di tengah pencapaian yang dikejar, keluarga adalah satu-satunya hal yang akan abadi di ingatannya," kata Alim Sudio saat konferensi pers di kawasan Senayan, Jakarta Pusat pada Senin, 13 April 2026.

Halaman Selanjutnya

Sementara itu, Yasmin Napper mengungkapkan bahwa perannya sebagai anak sulung memberikan sudut pandang emosional yang mendalam.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |