Skandal Baru Roblox, Dugaan Pekerja Anak di Balik Game Viral Jadi Sorotan

6 hours ago 2

Jumat, 15 Mei 2026 - 13:00 WIB

VIVA – Platform game populer Roblox kembali menghadapi sorotan hukum setelah digugat atas dugaan pelanggaran aturan ketenagakerjaan anak di Amerika Serikat. Gugatan tersebut menuduh perusahaan memanfaatkan anak-anak untuk mengembangkan gim tanpa memberikan bayaran yang layak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus ini diajukan di Pengadilan Distrik Federal California Utara oleh orang tua seorang pengguna Roblox berusia 13 tahun. Dikutip VIVA Jum'at, 15 Mei 2026, dalam gugatan disebutkan bahwa anak tersebut bekerja membuat desain gim, melakukan pengembangan, hingga pengujian sistem selama lebih dari 40 jam per minggu dalam kurun dua tahun terakhir. Namun, ia disebut tidak menerima kompensasi uang nyata atas pekerjaannya.

Menurut penggugat, sistem pengembangan gim Roblox memungkinkan perusahaan memperoleh keuntungan dari karya para pengguna di bawah umur melalui program Developer Exchange (DevEx) dan fitur perekrutan kreator di dalam platform. Anak-anak disebut terdorong untuk bekerja demi memperoleh mata uang virtual “Robux”, yang nantinya bisa ditukar menjadi uang tunai dengan nilai yang dinilai sangat kecil.

Gugatan itu juga menilai strategi pemasaran Roblox mendorong anak-anak percaya bahwa mereka dapat menghasilkan uang besar dengan membuat gim sendiri. Padahal, dalam praktiknya banyak kreator muda justru bekerja tanpa perlindungan ketenagakerjaan yang memadai.

Roblox sendiri dikenal sebagai salah satu platform gim terbesar di dunia dengan jutaan pengguna aktif harian, sebagian besar masih berusia di bawah 18 tahun. Data dalam gugatan menyebut hampir separuh pengguna aktif harian Roblox berusia di bawah 13 tahun.

Kontroversi mengenai eksploitasi anak di Roblox sebenarnya bukan hal baru. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan tersebut juga menghadapi berbagai kritik terkait keamanan anak, moderasi konten, hingga dugaan eksploitasi ekonomi terhadap kreator muda.

Sejumlah pengamat industri gim menilai model bisnis berbasis konten buatan pengguna memang membuka peluang kreativitas besar bagi anak muda. Namun di sisi lain, sistem seperti ini dinilai rawan dimanfaatkan karena batas antara “bermain” dan “bekerja” menjadi kabur.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hingga kini, pihak Roblox belum memberikan tanggapan resmi secara rinci terkait gugatan terbaru tersebut. Kasus ini diperkirakan akan menjadi perhatian besar karena dapat memicu perdebatan luas mengenai perlindungan anak di industri gim digital dan ekonomi kreator daring.

Jalur Gaza setelah gencatan senjata (ilustrasi)

UNICEF: Satu Anak Palestina di Tepi Barat Meninggal Setiap Pekan Sejak Januari 2025

Kematian anak Palestina setiap pekan tidak hanya dengan serangan dan agresi militer Israel yang intens, tetapi juga akibat serangan sejak lama oleh Israel.

img_title

VIVA.co.id

15 Mei 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |