Jakarta, VIVA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, meskipun ekonomi global tengah dibayangi ketidakpastian imbas perang Iran dan AS-Israel, namun pemerintah dipastikan belum bakal merevisi APBN 2026.
Menurutnya, pemerintah belum melihat kebutuhan mendesak untuk merombak APBN, karena kondisi fiskal dinilai masih cukup kuat ditopang kinerja penerimaan negara yang kian membaik.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Belum (akan mengubah APBN 2026). Karena dari sisi penerimaan negara kondisinya masih cukup baik,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KITA Edisi Maret 2026, Rabu, 11 Maret 2026.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa
Photo :
- [Mohammad Yudha Prasetya]
Dia menjelaskan, sejak awal APBN 2026 memang dirancang dalam posisi defisit, guna memberikan ruang bagi pemerintah untuk mendorong aktivitas ekonomi.
Selain itu, pemerintah juga berupaya mempercepat penyerapan belanja sejak awal tahun, agar dampaknya terhadap masyarakat dan dunia usaha bisa dirasakan lebih cepat.
Namun, Purbaya mengaku tetap mempersiapkan langkah antisipasi, apabila tekanan ekonomi global terus meningkat dan memengaruhi fiskal dalam negeri. Karenanya, penyesuaian kebijakan fiskal termasuk perubahan pada APBN, tetap dimungkinkan jika situasi ekonomi ke depan memerlukan langkah tersebut.
“Nanti kalau ke depan keadaan menekan lagi, tentu kita akan mengatur APBN. Tapi saat ini kita memulai dari posisi fiskal yang kuat,” ujarnya.
Purbaya juga meminta masyarakat agar tidak khawatir terhadap kondisi fiskal pemerintah. Sebab, pengelolaan APBN tetap diarahkan guna menjaga stabilitas ekonomi sekaligus melindungi daya beli masyarakat.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Diketahui, defisit APBN per akhir Februari 2026 tercatat mencapai Rp 135,7 triliun, atau setara 0,53 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
Meskipun masih dalam koridor APBN 2026, namun terjadi peningkatan dibandingkan dengan defisit APBN pada periode yang sama di Februari 2025 lalu, yang sebesar Rp 30,7 triliun atau sekitar 0,13 persen dari PDB.
Defisit Capai Rp 135,7 Triliun di Februari, Purbaya: Masih di Koridor APBN 2026
Purbaya mengakui, meskipun masih dalam koridor APBN 2026, namun terjadi peningkatan dibandingkan dengan defisit APBN pada periode yang sama di Februari 2025 lalu.
VIVA.co.id
11 Maret 2026

2 days ago
3











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
