Sosok Josepha Alexandra Dibongkar Sang Ayah, Ternyata Hobi Belajar Sejak Kecil

4 weeks ago 9

Jumat, 15 Mei 2026 - 12:10 WIB

Jakarta, VIVA –  Josepha Alexandra atau yang akrab disapa Ocha belakangan menjadi perhatian publik nasional. Siswi SMAN 1 Pontianak itu ramai dibicarakan usai keberaniannya memprotes jawaban dalam ajang Lomba Cerdas Cermat MPR viral di media sosial.

Di balik sosoknya yang kini dikenal luas, ternyata Ocha memiliki keseharian yang cukup sederhana. Sang ayah, Andre Kuncoro, mengungkap bahwa putrinya memang sejak kecil dikenal sangat suka belajar dan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal tersebut disampaikan Andre saat menjemput Ocha sepulang dari Jakarta di Bandara Supadio pada Kamis, 14 Mei 2026. Ia menceritakan bahwa sang putri bukan tipe anak yang aktif bermain di luar rumah, melainkan lebih nyaman berada di kamar sambil membaca atau belajar menggunakan laptop.

“Oca hobinya itu di depan laptop belajar. Kadang kita orang tua juga khawatir ini anak nggak stres kah,” ujar Andre yang dikutip dari Instagram @kalbaronline pada Jumat, 15 Mei 2026. 

Ia juga menambahkan bahwa belajar memang sudah menjadi kegemaran Ocha sejak lama. Bahkan, menurutnya, sang putri kerap menikmati waktu belajar tanpa harus diminta.

“Oca suka memang ini belajar memang hobinya itu,” lanjutnya.

Tak hanya dikenal rajin belajar, Ocha ternyata sudah memiliki cita-cita besar sejak kecil. Sang ayah mengungkap bahwa putrinya pernah bercita-cita menjadi seorang dosen.

“Pas kecil si Oca ingin jadi dosen,” katanya.

Sebelumnya, nama Ocha ramai diperbincangkan publik setelah aksinya dalam lomba cerdas cermat dianggap menunjukkan keberanian dan sikap kritis. Banyak netizen menilai Ocha berani menyuarakan apa yang menurutnya benar meski berada dalam situasi penuh tekanan.

Andre pun melihat peristiwa tersebut sebagai pelajaran berharga, bukan hanya bagi keluarganya, tetapi juga untuk masyarakat luas. Ia menilai keberanian putrinya menyampaikan pendapat menjadi contoh penting tentang sportivitas dan kejujuran dalam kompetisi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Besar sekali hikmah dari kejadian ini. Publik masyarakat Indonesia tidak hanya dipertontonkan acara lomba tapi bagaimana seorang anak kecil dengan gagah berani dengan ketidakberdayaannya berani menyuarakan keadilan dan kebenaran,” ungkap Andre.

Ia juga menekankan bahwa kemenangan dalam sebuah perlombaan bukanlah hal utama. Menurutnya, proses dan nilai sportivitas jauh lebih penting dibanding sekadar hasil akhir.

Halaman Selanjutnya

“Menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa dalam lomba itu sportivitas memang harus dijunjung tinggi,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |