Spionase China Tembus Downing Street, Ponsel Ajudan PM Inggris Diretas Bertahun-tahun

16 hours ago 3

Selasa, 27 Januari 2026 - 19:02 WIB

London, VIVA – China dilaporkan telah meretas ponsel para ajudan dan pejabat senior di Downing Street – kantor perdana menteri Inggris selama beberapa tahun. Operasi spionase tersebut diduga menargetkan sejumlah anggota penting pemerintahan Inggris dengan membocorkan komunikasi pribadi mereka kepada Beijing.  

Laporan The Telegraph mengungkapkan bahwa peretasan yang diduga didukung negara China diketahui menargetkan ponsel beberapa ajudan terdekat mantan Perdana Menteri Boris Johnson, Liz Truss, dan Rishi Sunak dalam periode 2021 hingga 2024. Seorang sumber yang mengetahui pelanggaran tersebut menyebut peretasan itu "menembus langsung ke jantung Downing Street".

Belum dapat dipastikan apakah ponsel para perdana menteri itu sendiri turut diretas. Namun, sumber tersebut menegaskan skala pelanggaran sangat serius. Sumber intelijen Amerika Serikat juga mengindikasikan bahwa operasi spionase China yang dikenal dengan nama Salt Typhoon masih berlangsung. Hal ini memunculkan kekhawatiran bahwa PM Inggris saat ini, Keir Starmer beserta staf seniornya juga berpotensi terdampak.

Intelijen Inggris, MI5, sebelumnya telah mengeluarkan "peringatan spionase" kepada Parlemen pada November lalu terkait ancaman aktivitas intelijen dari negara Tiongkok.

VIVA Militer: Ilustrasi spionase China

Kekhawatiran itu mencuat di tengah laporan bahwa PM Inggris Keir Starmer, akan melakukan kunjungan ke China pekan ini, dan akan menjadi kunjungan pertama seorang perdana menteri Inggris ke negara tersebut sejak Baroness Theresa May pada 2018, dengan agenda memperkuat hubungan perdagangan dan investasi dengan Beijing. 

Perjalanan ini menyusul keputusan Pemerintah Inggris yang menyetujui rencana pembangunan kedutaan besar China di London. Menurut laporan The Express, lokasi kedutaan tersebut akan berada di dekat sejumlah kabel komunikasi paling sensitif di ibu kota.

Serangan siber tersebut membuka kemungkinan bahwa mata-mata China dapat membaca pesan teks atau mendengarkan percakapan yang melibatkan pejabat senior pemerintah. Bahkan jika penyadapan langsung tidak terjadi, para peretas diduga memperoleh akses ke metadata, termasuk informasi mengenai dengan siapa para pejabat berkomunikasi, seberapa sering kontak dilakukan, serta data geolokasi yang menunjukkan perkiraan keberadaan mereka.

"Berapa banyak lagi bukti yang dibutuhkan Pemerintah ini sebelum mengakhiri sikap menjilatnya kepada Xi dan berdiri tegak sebagai negara besar seperti kita dan membela diri? Partai Buruh justru memberi penghargaan atas tindakan permusuhan terhadap negara kita," kata Alicia Kearns, menteri bayangan untuk keamanan nasional sekaligus salah satu target dalam dugaan kasus spionase di Westminster

Halaman Selanjutnya

Peretasan di Downing Street disebut sebagai bagian dari operasi spionase global China yang menargetkan sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat dan tiga anggota lain dari aliansi intelijen Five Eyes, yakni Australia, Kanada, dan Selandia Baru.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |