Stok Senjata Menipis, Pentagon Desak Produsen Mobil AS Ikut Bikin Senjata

1 hour ago 2

Kamis, 16 April 2026 - 18:50 WIB

VIVA Pentagon dilaporkan mendesak produsen mobil Amerika untuk memproduksi persenjataan. Desakan ini muncul setelah persediaan senjata AS yang dilaporkan mulai menipis. Hal ini terjadi hampir 50 hari setelah koalisi militer AS dan Israel melancarkan perang terhadap Iran.

Dalam laporan yang dimuat The Wall Street Journal pada Rabu, pejabat tinggi militer AS sudah mengadakan pembicaraan dengan pimpinan perusahaan otomotif besar seperti General Motors and Ford untuk memproduksi senjata serta perlengkapan militer AS.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut laporan tersebut, pembicaraan awal dengan perusahaan otomotif sebenarnya sudah dimulai bahkan sebelum 28 Februari, saat AS dan Israel memulai serangan terhadap Iran.

Langkah ini muncul ketika pemerintahan Presiden Donald Trump meminta produsen mobil dan industri manufaktur lainnya di Amerika untuk mengambil peran lebih besar dalam produksi senjata. Pasalnya, perang yang berlangsung sekitar lebih dari 40 hari dengan Iran ini telah menguras sebagian besar persediaan senjata AS.

Menurut sumber militer tersebut, perusahaan manufaktur sipil kemungkinan akan diminta membantu kontraktor militer utama. Salah satu yang dipertimbangkan adalah apakah produsen mobil bisa dengan cepat beralih ke produksi kebutuhan militer.

Selain itu, Pentagon juga disebut telah berdiskusi dengan pimpinan GE Aerospace serta perusahaan kendaraan dan peralatan berat Oshkosh.

Secara terpisah, Reuters mengutip seorang pejabat Pentagon yang menyatakan bahwa Departemen Pertahanan berkomitmen untuk segera memperluas kapasitas industri militer dengan memanfaatkan berbagai solusi dan teknologi komersial yang tersedia, agar pasukan AS tetap memiliki keunggulan di medan perang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelumnya pada Maret lalu, Trump juga sempat bertemu dengan eksekutif dari tujuh kontraktor militer seiring upaya Pentagon untuk mengisi kembali stok senjata yang digunakan dalam serangan ke Iran dan operasi militer lainnya. SPada awal bulan ini, Trump diketahui telah mengajukan kenaikan besar anggaran militer sebesar 500 miliar dolar, sehingga totalnya menjadi 1,5 triliun dolar.

Sementara itu, aanalisis dari Royal United Services Institute (RUSI) pada Maret lalu memperingatkan bahwa AS dan Israel menghadapi krisis logistik dalam perang melawan Iran. Persediaan rudal pencegat diperkirakan bisa habis dalam hitungan minggu.

Halaman Selanjutnya

Laporan tersebut juga menyoroti bahwa ketahanan industri bukan hanya kemampuan di medan perang kini menjadi faktor penting dalam pengambilan keputusan strategis.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |