Strategi Jangka Panjang Program MBG Menuju Indonesia Emas 2045

15 hours ago 4

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:32 WIB

Jakarta, VIVA – Pembangunan sumber daya manusia menjadi salah satu tantangan utama Indonesia dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045. Tidak hanya soal pendidikan dan ekonomi, kualitas gizi juga memegang peran krusial dalam menentukan daya saing generasi mendatang. Karena itu, berbagai pihak mulai menyusun langkah jangka panjang agar program pemenuhan gizi dapat berjalan berkelanjutan dan tepat sasaran.

Dalam kerangka tersebut, sejumlah yayasan dapur makan bergizi membangun sinergi untuk menyatukan arah dan strategi. Pendekatan kolaboratif ini dipandang penting untuk memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berjalan sebagai kegiatan jangka pendek, tapi panjang hingga dua dekade ke depan.

Pertemuan yang digelar oleh Aliansi Yayasan MBG Nusantara menjadi ruang diskusi strategis dalam menyelaraskan visi dan misi. Forum ini menekankan pentingnya menjadikan Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 sebagai pijakan, khususnya dalam menjaga keseimbangan antara peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pertumbuhan ekonomi nasional. Program gizi dinilai tidak bisa berdiri sendiri, melainkan harus terhubung dengan ekosistem sosial dan ekonomi masyarakat.

Sekretaris Jenderal ARUN, B.T. Fernando Duling, yang juga bertindak sebagai mandatori Ketua Aliansi Yayasan MBG Nusantara, mengapresiasi konsistensi para pelaksana di lapangan yang selama ini terlibat dalam layanan pemenuhan gizi.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada para ketua yayasan yang bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional. Saya melihat ini sebagai wujud komitmen dan konsisten dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan sejalan dengan amanah pasal 33 UUD 1945 sebagai pijakan dasar,” kata Fernando. .

Ia menegaskan bahwa pelibatan seluruh elemen masyarakat dalam praktik MBG merupakan bagian dari perencanaan yang telah dirancang sejak awal perumusan berbagai program kerja nasional. Menurutnya, keberhasilan program gizi sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor.

Dari sisi teknis pelaksanaan, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi perhatian utama. Yudhi Ramadhan, perwakilan anggota Aliansi Yayasan MBG Nusantara, menjelaskan bahwa salah satu fokus strategis adalah mendorong relawan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memiliki sertifikasi kompetensi resmi.

“Poin pentingnya adalah bagaimana mewujudkan peningkatan sumber daya manusia Relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), untuk menjaga kualitas makanan yang diberikan kepada penerima manfaat MBG," ujar Yudhi.

Halaman Selanjutnya

Selain peningkatan kapasitas SDM, pertemuan tersebut juga membahas peran UMKM dalam mendukung keberlanjutan program gizi. Produk pangan lokal dinilai dapat menjadi solusi atas tantangan menu kering yang selama ini belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan gizi anak-anak.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |