Tokyo, VIVA – Subaru mengakui jajaran mobil performanya mulai kehilangan daya tarik di mata para penggemar. Pabrikan asal Jepang itu pun memutuskan mengubah strategi pengembangan produk dengan membentuk divisi baru yang secara khusus bertugas menghidupkan kembali karakter mobil sport yang selama ini menjadi identitas merek tersebut.
Disadur VIVA Otomotif dari Carscoops, Sabtu 25 Juli 2026, Subaru telah membentuk Product Innovation Headquarters. Di bawah divisi baru tersebut, perusahaan juga mendirikan Sports Vehicle Planning Office yang akan berfokus pada pengembangan mobil-mobil yang lebih menyenangkan untuk dikendarai.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Chief Technical Officer Subaru, Tetsuro Fujinuki, mengakui pendekatan lama dalam mengembangkan kendaraan sudah tidak lagi relevan. Menurutnya, perusahaan sengaja meninggalkan pola pengembangan sebelumnya demi menghadirkan produk yang lebih menarik.
"Kami memutuskan untuk berhenti melakukan segala sesuatu dengan cara lama. Karena itu membosankan," ujar Fujinuki.
Pernyataan tersebut menjadi pengakuan yang cukup mengejutkan mengingat Subaru selama bertahun-tahun dikenal lewat mobil-mobil performa tinggi berpenggerak semua roda atau all-wheel drive. Model seperti WRX STI, Legacy GT, hingga Forester XT pernah menjadi ikon yang melekat dengan citra sporty Subaru.
Namun dalam satu dekade terakhir, lini kendaraan performa Subaru dinilai mengalami stagnasi. Salah satu yang paling disorot adalah hilangnya WRX STI dari pasar setelah model tahun 2021, tanpa adanya penerus yang benar-benar mengisi posisi mobil sport andalan tersebut.
Performa WRX STI juga dinilai tidak mengalami peningkatan signifikan selama bertahun-tahun. Varian terakhir yang dipasarkan di Amerika Serikat menghasilkan tenaga 310 daya kuda atau horsepower (hp), hanya naik sekitar 10 hp dibanding model yang diperkenalkan pada 2004.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Fujinuki menjelaskan bahwa semakin ketatnya regulasi emisi dan efisiensi bahan bakar menjadi salah satu tantangan dalam mengembangkan mobil bermesin bensin dengan performa tinggi. Kondisi tersebut membuat Subaru harus mencari pendekatan baru agar tetap dapat menghadirkan kendaraan yang menarik tanpa mengabaikan tuntutan regulasi.
Meski demikian, alasan tersebut bukan tanpa kritik. Sejumlah rival tetap mampu meluncurkan mobil performa seperti Toyota GR Corolla, Honda Civic Type R, hingga Hyundai Elantra N di tengah regulasi yang semakin ketat.
Halaman Selanjutnya
Pembentukan divisi baru memang belum menjadi jaminan bahwa Subaru akan segera menghadirkan penerus WRX STI atau mobil sport baru dalam waktu dekat. Namun, langkah tersebut dinilai sebagai sinyal bahwa Subaru mulai kembali memberi perhatian serius kepada para penggemarnya yang selama ini merindukan kendaraan dengan karakter berkendara yang lebih agresif dan menyenangkan.

6 hours ago
1











