Survei: Israel Jadi Negara Paling Dibenci di Dunia, Ini Alasannya!

4 weeks ago 9

Jumat, 15 Mei 2026 - 00:00 WIB

VIVA Israel menjadi negara paling dibenci dibanding negara manapun di dunia. Hal ini terungkap dalam jajak pendapat global terbaru yang dirilis Nira Data sebagai bagian dari riset persepsi negara dan demokrasi tahun 2026.

Dalam riset tersebut Israel menempati posisi terbawah dalam peringat Global Country Perception 2026. Survei itu melibatkan 46.667 responden yang menilai pandangan dunia terhadap 129 negara dan tiga organisasi internasional. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berbeda dengan peringkat demokrasi yang berbasis penilaian pakar, survei ini langsung menanyakan kepada warga bagaimana mereka merasakan demokrasi melalui pertanyaan tentang pemilu, kebebasan berbicara, pluralisme politik, pendidikan kewarganegaraan, pemisahan kekuasaan, supremasi hukum, transparansi pemerintahan, hingga proses transisi kekuasaan yang damai.

Hasilnya, citra Israel di mata dunia terus memburuk setelah sejumlah organisasi hak asasi manusia, pakar PBB, dan pengadilan internasional menyoroti dugaan pelanggaran berat hukum internasional yang dilakukan negara tersebut. Penurunan citra itu terjadi seiring berubahnya opini publik global terhadap serangan Israel di Gaza. Sejak Oktober 2023, Israel disebut telah menewaskan lebih dari 74 ribu warga Palestina, menghancurkan sebagian besar infrastruktur sipil, serta memaksa hampir seluruh penduduk Gaza mengungsi. Kondisi tersebut juga dinilai sejumlah pakar PBB dan akademisi sebagai indikasi genosida, demikian seperti dikutip dari laman Middle East Monitor, Jumat 15 Mei 2026.

Tak hanya Israel, citra negara sekutunya, Amerika Serikat juga ikut menurun. AS kini masuk dalam lima negara dengan persepsi paling negatif di dunia, bahkan berada di bawah Rusia dan China dalam tingkat penerimaan internasional. Skor persepsi bersih AS turun dari positif 22 persen pada 2024 menjadi minus 16 persen pada 2026, atau anjlok 38 poin hanya dalam dua tahun.

Penurunan citra AS disebut terjadi di tengah meningkatnya kemarahan terhadap kebijakan luar negeri Presiden Donald Trump, termasuk hubungan yang memanas dengan sekutu NATO, kebijakan tarif agresif, ancaman terkait Greenland, pengurangan bantuan untuk Ukraina, hingga keterlibatan Washington dalam konflik AS-Israel melawan Iran. Survei itu juga menemukan bahwa AS kini dipandang sebagai salah satu ancaman besar dunia, berada di bawah Rusia dan Israel.

Halaman Selanjutnya

Bagi AS, hasil survei ini dinilai menunjukkan mahalnya dampak dari dukungan militer, diplomatik, dan politik Washington terhadap Israel. Selama beberapa pemerintahan terakhir, AS terus melindungi Israel dari tekanan internasional di PBB dan tetap memasok senjata meski tuduhan kejahatan perang semakin kuat. Survei tersebut menunjukkan bahwa masyarakat global kini semakin mengaitkan kekuatan Amerika dengan impunitas, standar ganda, dan perang yang dianggap memicu ketidakstabilan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |