Taipan Properti Ini Ajak Orang Indonesia 'Hijrah' ke Australia

1 hour ago 1

Selasa, 2 Juni 2026 - 22:47 WIB

Jakarta, VIVA – Di tengah ketidakpastian ekonomi global, volatilitas mata uang, dan perubahan lanskap bisnis internasional, semakin banyak investor, entrepreneur, profesional, dan keluarga Indonesia yang mulai memperluas perspektif mereka ke pasar global.

Australia menjadi salah satu negara yang menarik untuk dipelajari karena menawarkan stabilitas ekonomi, transparansi hukum, kualitas pendidikan, lingkungan bisnis yang kuat, serta peluang pengembangan aset dan mobilitas global jangka panjang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seperti sektor properti misalnya. Mengutip situs Reuters, Senin, 2 Juni 2026, harga rumah di Australia tidak mengalami perubahan pada Mei 2026 setelah mencatatkan reli panjang hingga mencapai rekor tertinggi dalam beberapa bulan terakhir.

Bank Sentral Australia atau Reserve Bank of Australia (RBA) telah menaikkan suku bunga sebanyak tiga kali sepanjang tahun ini, yakni pada Februari, Maret, dan Mei, sehingga suku bunga acuan kini berada di level 4,35 persen.

Langkah itu dilakukan untuk menekan inflasi dan sekaligus menghapus seluruh pelonggaran kebijakan moneter yang diberikan pada tahun lalu. Secara nasional, harga rumah di 5 kota di Australia bervariasi pada Mei setelah sebelumnya terus mencatat kenaikan bulanan (month to month/MoM) dan mencapai level tertinggi sejak awal 2025.

Kelima kota tersebut adalah Sydney turun 0,9 persen, Melbourne turun 0,8 persen, Perth naik 1,5 persen, Brisbane naik 0,9 persen, serta Adelaide naik 0,5 persen.

Melihat tren ini, pengembang properti asal Australia One Global Capital menggelar roadshow ke sejumlah kota besar di Indonesia pada bulan ini sebagai bagian dari rangkaian acara edukasi, penguatan jaringan, serta diskusi bisnis internasional.

Menurut Chairman and Group CEO One Global Capital, Iwan Sunito, perubahan lanskap ekonomi global telah menciptakan peluang baru bagi individu dan pelaku usaha yang siap berpikir melampaui batas-batas geografis tradisional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami ingin memberi wawasan mengenai pasar properti Australia, tren ekonomi global, strategi diversifikasi aset lintas negara, peluang pengembangan bisnis internasional, serta jalur mobilitas dan migrasi bagi keluarga dan entrepreneur Indonesia," ungkapnya.

Saat ini, One Global Capital memiliki development pipeline senilai sekitar AUS$3,6 miliar (Rp46 triliun) dan menargetkan pertumbuhan menjadi lebih dari AUS$6 miliar (Rp76,7 triliun) serta Asset Under Management (AUM) menembus AUS$1 miliar (Rp12,7 triliun) sebelum akhir 2026 melalui berbagai proyek strategis di Australia.

Halaman Selanjutnya

Taipan properti Australia itu menyebut kalau Australia menawarkan kombinasi yang menarik antara lingkungan bisnis yang stabil, kualitas hidup yang tinggi, dan akses ke jaringan global yang semakin relevan bagi masyarakat Indonesia.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |