Taiwan Jadi Isu Utama Pertemuan Trump-Xi Jinping di Beijing, Kunci Stabilitas AS dan China

4 weeks ago 15

Jumat, 15 Mei 2026 - 08:40 WIB

VIVA –Pemerintah China tidak merinci hasil konkret yang dicapai dalam pertemuan Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump di Beijing. Namun, Kementerian Luar Negeri China menegaskan bahwa isu Taiwan menjadi topik paling penting dalam hubungan kedua negara.

“Dalam pembicaraan Presiden Xi Jinping dengan Presiden Trump, isu Taiwan merupakan isu paling penting dalam hubungan China-AS,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing, Kamis.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Guo mengatakan kedua kepala negara telah menyepakati visi baru untuk membangun hubungan China-AS yang konstruktif dan memiliki stabilitas strategis. Menurut dia, stabilitas strategis yang dimaksud adalah hubungan positif dengan kerja sama sebagai arus utama.

Pertemuan yang berlangsung di Balai Besar Rakyat pada Kamis, 14 Mei 2026, diawali dengan upacara kenegaraan sejak pukul 10.00 waktu setempat. Xi dan Trump kemudian menggelar pertemuan bilateral selama sekitar dua jam 15 menit, mengunjungi Kuil Langit di Beijing, serta menghadiri jamuan makan malam kenegaraan bersama.

Meski kedua pemimpin berulang kali menekankan pentingnya hubungan China dan AS yang bersahabat dan stabil dibandingkan saling berkompetisi, keduanya tidak mengungkap secara rinci poin-poin pembahasan dalam pertemuan tersebut. Padahal, Trump turut membawa 17 pimpinan perusahaan besar asal AS dalam kunjungannya ke China.

“Pertemuan hari ini akan memberikan panduan strategis bagi hubungan China-AS dalam tiga tahun ke depan dan seterusnya,” ujar Guo Jiakun.

Ia menambahkan, China siap bekerja sama dengan AS untuk menerjemahkan visi baru tersebut ke dalam tindakan nyata demi mendorong hubungan bilateral yang stabil, sehat, dan berkelanjutan.

Menurut Guo Jiakun, pengelolaan isu Taiwan akan sangat menentukan stabilitas hubungan kedua negara secara keseluruhan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Sebaliknya, kedua negara akan mengalami gesekan bahkan konflik, yang menempatkan keseluruhan hubungan dalam bahaya besar. ‘Kemerdekaan Taiwan’ dan perdamaian di Selat Taiwan sama tidak dapat didamaikannya seperti api dan air,” kata Guo Jiakun.

Ia juga menegaskan bahwa menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan merupakan titik temu terbesar antara China dan AS. Karena itu, Washington diminta sangat berhati-hati dalam menangani isu Taiwan.

Halaman Selanjutnya

Selain Taiwan, kedua kepala negara juga membahas sejumlah isu internasional lain, termasuk situasi di Timur Tengah, Iran, hingga perdagangan daging sapi AS.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |